BisnisCirebon

Balai Kota di Tuparev, Baraja Amphitheater : Karena di Sini, Setiap Mimpi Punya Panggungnya Sendiri

640
×

Balai Kota di Tuparev, Baraja Amphitheater : Karena di Sini, Setiap Mimpi Punya Panggungnya Sendiri

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Di Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, dengan penuhnya dinamika perkembangan Cirebon, kini berdiri sebuah karya kebanggaan lokal yakni Baraja Amphitheater.

Scroll Untuk Lanjut Baca
Scroll Untuk Lanjut Baca

Bangunan ini bukan sekadar struktur fisik, melainkan buah perjalanan 13 tahun Baraja Coffee—sebuah komitmen tak kenal lelah dalam berkolaborasi membangun negeri, menghargai dedikasi petani kopi, menyokong kreativitas barista, dan tim manajerial yang terus berinovasi untuk kemajuan industri kopi Indonesia. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Sari Coffee Nusantara yang menaungi Baraja Coffee, Bambang Setiawan dalam soft opening Baraja Amphitheatre, Rabu (26/2/2025). 

Awal 2025 menandai babak baru bagi Baraja. Di balik proyek ini, terdapat kolaborasi tim lokal Ciayumajakuning, di antaranya, Sujana (Pengembangan Bisnis) asal Bakung Kidul, Rizki (Marketing) asal Pilang, Fadhil (Barista) asal Jl. Kapten Damsur, Ridho (Keuangan) asal Indramayu, Ratna (Administrasi) asal Majalengka, Rendi (Dapur) asal Kuningan, dan Rillo (Programmer) asal Gebang. 

Baraja juga didukung oleh para expert lokal, Pak Iwan (Arsitek) asal Pancuran, Pak Roni (Kontraktor) asal Talun, Mas Andi (Kontraktor AC) asal Gegesik, Pak Suratman (Pegagan), Pak Jojo (Tegalwangi), dan Pak Ilham (Plumbon) sebagai pemasok furnitur. 

“Baraja Amphitheater bukan milik kami semata. Ini milik Cirebon, milik Ciayumajakuning, milik setiap petani kopi yang berkeringat, barista yang berinovasi, dan masyarakat yang percaya, kolaborasi adalah napas kemajuan,” ucapnya. 

Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, “Per Aspera Ad Astra” (melalui jeri payah untuk meraih bintang) merupakan motto Kota Cirebon di masa lampau, Baraja Amphitheater menjadi simbol keyakinan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi selama ada tekad untuk memulai. 

“Kemajuan bukan hadiah instan, melainkan akumuasi ete unan dan keyakinan. Di sini, Baraja Amphitheater adalah destinasi bagi siapapun yang berani bermimpi—petani, seniman, pemuda, teman difabel, hingga kalangan perempuan. Semua suara berhak bergema,” ungkapnya. 

Menurut Bambang, Baraja Amphithater menjadi destinasi baru di Cirebon, karena ini merupakan konsep besar Baraja Coffee yang menggabungkan tiga bidang yakni Voorit Portico, Raadzaal, dan Amphithater.

Dijelaskannya, Voorit Portico, artinya serambi depan mengadaptasi arsitektural rep Balai Kota Cirebon dengan gaya art deco sebuah metode dekoratif modern klasik penggabungan kubisme, futurism, dan konstruktivisme. Setiap orang akan mengangkat sesuatu yang dibanggakannya. 

“Maka kami yang bangga dengan Cirebon mengangkat konsep ini. Inilah yang melatarbelakangi itu serta tujuan lainnya adalah Baraja Coffee ingin membuat inklusifitas Balai Kota Cirebon untuk semua. Tapi, jiwa tempat ini tak hanya terpatri pada bangunannya, ia juga hidup dalam bahasa, pakaian, keramahan, dan mentalitas positif manusianya. Semua bersatu padu membawa kami tetap berada dalam jati diri lokal, namun dengan wawasan yang terbuka, demokratis, produktif, maju, dan dinamis,” ujarnya. 

Di dalam bangunan ini, Baraja menyajikan seduhan specialty coffee nusantara dan internasional yang memberi energi untuk meningkatkan produktivitas serta memberikan kehangatan persaudaraan.

“Kami juga menyediakan minuman non-coffee yang fresh dan tasty, serta makanan sehat dan nikmat dengan beragam kategori, seperti khas Cirebon, Nusantara, Asian, Western, cepat saji, hemat, dan paket bundling. Layanan lengkap kami mencakup dine in, take away, online order, drive-thru, dan outside/catering. Kami juga menyediakan kategori produk berupa bean, peralatan kopi, serta merchandise. Fasilitas penunjang yang kami sediakan meliputi wifi super kencang, work space, office tools, MICE, serta ruang belajar dan berimajinasi,” katanya.***

TiketFest