CIREBON – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cirebon terus mengintensifkan pendidikan politik (Dikpol) untuk membangkitkan kesadaran masyarakat agar tidak apatis terhadap dunia politik, terutama menjelang masa pemilihan.
Setelah sebelumnya menyasar pelajar SMA sebagai pemilih pemula, kini Bawaslu turun langsung ke setiap kecamatan untuk memberikan pemahaman politik kepada masyarakat umum. Program ini dilaksanakan secara bertahap di lima kecamatan se-Kota Cirebon.
Dalam setiap kegiatan Dikpol, Bawaslu turut menggandeng anggota DPRD sebagai narasumber untuk menjelaskan fungsi legislatif dalam pemerintahan. Salah satunya Ketua DPRD Kota Cirebon, Andri Sulistio, yang hadir memberikan materi kepada warga Kecamatan Kejaksan.
Andri menegaskan pentingnya pendidikan politik di tengah masyarakat, karena masih banyak warga yang belum memahami bagaimana sistem politik dan pemerintahan bekerja.
“Masih banyak masyarakat yang belum paham politik itu seperti apa. Melalui Dikpol ini, kami ingin menjelaskan politik yang baik seperti apa, termasuk kinerja DPRD, agar mereka tahu apa saja yang menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya.
Menurut Andri, pemahaman yang baik tentang politik akan berdampak langsung pada meningkatnya partisipasi masyarakat saat pemilu. Ia menegaskan bahwa sikap apatis merupakan ancaman yang harus diwaspadai.
“Sikap apatis bisa berdampak pada rendahnya partisipasi pemilih. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Cirebon, Devi Siti Sihatul Afiah, menjelaskan bahwa Dikpol merupakan program hasil kolaborasi antara Bawaslu dan Kesbangpol. Setelah membekali pemilih pemula, kini fokus berlanjut ke kelompok masyarakat di tiap kecamatan.
“Dikpol untuk masyarakat baru terlaksana dua kali, di Harjamukti dan Kejaksan. Secara bertahap kami akan menyambangi lima kecamatan di Kota Cirebon,” kata Devi didampingi komisioner Nurul Fajri.
Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa berpartisipasi dalam pemilihan bukan sekadar hak, tetapi juga tanggung jawab untuk ikut membangun daerah.
“Meningkatkan partisipasi pemilih adalah tugas bersama. Bukan hanya penyelenggara, tetapi juga kesadaran masyarakat,” tegasnya.***











