SUKABUMI – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar bersama masyarakat dan mitra kerja di Balcony Hotel pada Sabtu (14/3).
Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Zainul Munasichin, yang memberikan penjelasan langsung mengenai pelaksanaan program MBG kepada masyarakat.
Sosialisasi program MBG gencar dilakukan Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) dengan bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai tujuan, mekanisme, serta manfaat dari program MBG yang saat ini tengah dijalankan pemerintah.
Dalam sambutannya, Zainul Munasichin menyampaikan bahwa kehadiran kegiatan sosialisasi ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan utuh mengenai program MBG.
Ia menilai bahwa keterlibatan masyarakat dalam memahami program ini menjadi kunci agar pelaksanaannya berjalan baik.
“Melalui kegiatan ini saya berharap masyarakat dapat memperoleh penjelasan secara langsung dan lebih jelas mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis,” ujar Zainul.
Menurutnya, berbagai perbincangan mengenai program MBG di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar. Namun ia berharap diskusi yang berkembang dapat disertai dengan informasi yang jelas dan objektif sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Dalam pelaksanaannya tentu masih ada berbagai tantangan, termasuk adanya perdebatan di masyarakat mengenai kualitas menu yang disajikan. Masyarakat tentu memiliki hak untuk melakukan pengawasan, memberikan kritik, serta menyampaikan masukan terhadap program yang dijalankan oleh pemerintah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Zainul menekankan bahwa program MBG tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di tingkat lokal.
“Tujuan dari program Makan Bergizi Gratis tidak hanya untuk meningkatkan pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat lokal,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat membangun ekosistem rantai pasok yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani, peternak, pelaku usaha pangan, hingga masyarakat sekitar.
Dengan demikian, program MBG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan dan gizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Zainul juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program ini agar dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas.
Ia menegaskan bahwa keterbukaan terhadap kritik dan masukan merupakan bagian penting dalam penyempurnaan program ke depan.
“Pengelola program diharapkan terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat serta tidak alergi terhadap kritik. Hal tersebut penting agar program ini dapat terus diperbaiki dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tutupnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat semakin memahami tujuan serta manfaat program MBG, sekaligus dapat berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi yang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.***











