BeritaCirebon

Di Reses Handarujati, Warga Kecapi Keluhkan Layanan PDAM hingga Bansos

807
×

Di Reses Handarujati, Warga Kecapi Keluhkan Layanan PDAM hingga Bansos

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Warga RW 16 Bayu Asih, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, mengeluhkan pelayanan air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Giri Nata (PAM-TGN) yang dinilai tidak optimal. Pasalnya, aliran air kerap kecil bahkan tersendat, sementara tarif tetap berjalan normal.

Keluhan tersebut disampaikan warga kepada Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Handarujati Kalamullah atau yang akrab disapa Andru, saat melakukan serap aspirasi di wilayah tersebut.

Menanggapi hal itu, Andru menegaskan bahwa PDAM merupakan mitra kerja Komisi II DPRD, dan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Untuk keluhan PDAM, itu urusan kami di Komisi II. Nanti kami akan rapat bersama PAM-TGN untuk membahas masalah debit air yang kecil, tapi tarif tetap normal. Kami berharap pelayanan bisa segera ditingkatkan,” tegasnya.

Selain persoalan air bersih, Andru juga menerima banyak keluhan warga terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dinilai tidak tepat sasaran.

Menurutnya, masih banyak warga kurang mampu yang tidak mendapatkan bansos, sementara penerima yang terlihat sudah mapan justru masih terdaftar.

“Ada warga berpenghasilan di bawah UMR tapi tidak dapat bansos karena desilnya 6–7. Sementara ada yang punya motor tiga, bahkan mobil, tapi justru menerima bantuan,” ungkapnya.

Andru meminta Pemkot Cirebon untuk segera melakukan pendataan ulang secara spesifik dan adil, agar program bantuan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap Pemkot memperbaiki sistem pendataan, supaya bantuan lebih tepat sasaran,” tutupnya.***