CIREBON – Sekolah Rakyat di Kota Cirebon direncanakan dilaunching pada saat tahun ajaran baru yaitu pada bulan Juli 2025 mendatang.
Kendati demikian, pada tingkat sekolah dasar (SD) sendiri jumlah peserta didik di sekolah rakyat masih belum memenuhi kuota yaitu dua rombel atau 50 peserta didik.
Kepala Dinas Sosial Santi Rahayu mengatakan, kondisi sekolah rakyat saat ini direncanakan dua rombel SD dan juga dua rombel SMP.
“Kalau untuk SD sendiri sampai hari ini baru 22 orang, jadi satu rombel saja belum sampai, tapi kalau SMP kuota sudah terpenuhi yaitu 50 orang,” katanya, Kamis (19/6/2025).
Penyebab belum terisinya kuota peserta didik pada jenjang sekolah dasar sendiri dikarenakan orang tua masih takut melepas anaknya ke sekolah rakyat.
“Karena memang salah satu persyaratannya adalah harus adanya izin dari orang tua, kebetulan rata-rata orang tua belum mengizinkan anaknya, karena masuk sekolah rakyat itu kan boarding ya atau diasramakan,” jelasnya.
Kendati belum memenuhi kuota peserta didik, sekolah rakyat pada tingkat SD tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan.
“Kami pernah mengusulkan ke kementerian sosial untuk jenjang SD sendiri yaitu satu rombel saja dan digantikan dengan rombel SMP, jadi SD satu rombel dan SMP 3 rombel, namun sampai saat ini belum ada keputusannya,” tuturnya.
Santi mengungkapkan, untuk jenjang SMP sendiri sebenarnya mengalami lonjakan pendaftaran yaitu sebanyak 68 orang yang mendaftar dari kuota 50 orang.
“Pendaftar kemarin untuk SMP ada 68 lalu kita lakukan seleksi jadi 50 orang, dan pada proses perpindahannya itu otomatis jadi tidak perlu lagi mendaftar di sekolah negeri maupun swasta,” ungkapnya.
Untuk persiapan sarana maupun prasarana sendiri sekolah rakyat saat ini sudah dilakukan penyekatan dan juga pembangunan.
“Jadi sudah dilakukan pembangunan jadi sudah dipisahkan ada asrama putra maupun putri, lalu juga ada SD maupun SMP itu sudah dipetakan, kalau untuk membedakan dengan SMP 18 sudah dilakukan pemagaran,” katanya.
Untuk listrik maupun air juga, sekolah rakyat sudah memiliki sambungan listrik maupun air secara pribadi milik sekolah rakyat dan tidak memakai SMP Negeri 18 Kota Cirebon.***(Sakti)











