CIREBON – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) resmi menorehkan sejarah baru.
Melalui Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter, FK UGJ berhasil meraih Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) untuk periode 2025–2030.
Capaian istimewa ini dirayakan melalui acara syukuran di Ballroom Lantai 7 Gedung B FK UGJ, Jalan Terusan Pemuda, Kota Cirebon, Kamis (20/11/2025).
Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan FK UGJ yang kini genap berusia 17 tahun.
“Akreditasi Unggul adalah kasta tertinggi, bentuk penghargaan paling tinggi terhadap mutu pendidikan. Ini bukti bahwa FK UGJ telah memenuhi standar tertinggi dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran,” ujarnya.
Mukarto menegaskan, predikat Unggul merupakan simbol kualitas pendidikan, profesionalisme layanan, kesiapan menghasilkan lulusan kompeten, serta keberhasilan manajemen mutu dan sarana-prasarana yang telah terstandarisasi sangat baik.
Ia menyebut setidaknya 10 makna penting Akreditasi Unggul, di antaranya: pengakuan nasional terhadap kualitas pendidikan, profesionalisme penyelenggaraan tri dharma, integritas sivitas akademika, inovasi berkelanjutan, hingga tingginya kepercayaan masyarakat dan pemerintah.
“Presiden sudah menegaskan bahwa bangsa ini perlu lebih banyak dokter. Dan FK UGJ sudah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan terbaik yang siap menjawab kebutuhan itu,” tegasnya.
Rektor UGJ Cirebon, Prof. Dr. H. Achmad Faqih, M.M., M.Kes., tak bisa menyembunyikan kebanggaannya.
“Di usia 17 tahun, FK UGJ akhirnya pecah telur. Kini resmi terakreditasi Unggul untuk lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Menurutnya, pencapaian ini menempatkan FK UGJ pada posisi lebih kuat di tingkat nasional hingga internasional. Ia menekankan bahwa Akreditasi Unggul bukan sekadar pengakuan formal, tetapi representasi mutu akademik, tata kelola, profesionalisme dosen–tenaga kependidikan, serta kepercayaan publik.
Faqih juga memaparkan arah pengembangan FK UGJ, mulai dari penguatan pembelajaran berbasis teknologi, riset, publikasi ilmiah, peningkatan layanan rumah sakit pendidikan, hingga mempercepat langkah internasionalisasi.
Dekan Fakultas Kedokteran UGJ, Dr. dr. H. Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed., menegaskan bahwa predikat Unggul adalah amanah yang akan dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Akreditasi Unggul bukan hasil penilaian administratif, tetapi buah dari proses panjang, kerja keras, doa, dan kebersamaan. Ini simbol kepercayaan masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.
Catur menegaskan, capaian ini adalah titik awal bagi FK UGJ untuk bergerak lebih tinggi, berinovasi, dan menghadirkan kontribusi lebih luas bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen menjadi fakultas kedokteran berdaya saing global, berakar pada kearifan lokal Cirebon, santun dalam tutur, teguh dalam prinsip, dan tulus dalam pelayanan,” tutupnya.***











