BeritaCirebon

Jelang Normalisasi Sungai Sukalila, BBWS Cimancis Cek Sedimentasi

935
×

Jelang Normalisasi Sungai Sukalila, BBWS Cimancis Cek Sedimentasi

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung mengambil sampel sedimentasi yang berada di Sungai Sukalila Cirebon.

Pengelola Sumber Daya Air (SDA) Ahli Pertama Dimas mengatakan, untuk mengambil sampel sedimentasi BBWS menggunakan dua alat, yaitu sedimen grapper, dan USDH 59.

“Untuk sedimen grapper berfungsi untuk mengambil sedimentasi di dasar sungai, sementara alat satu lagi untuk mengambil sedimen di layar,” katanya, Rabu (15/10/2025).

Dirinya melanjutkan, untuk pengambilan sampel sendiri ada tiga segmen, segmen pertama ada di arah pelabuhan, segmen dua yang terletak ditengah atau jembatan, dan segmen tiga ada di dekat TPS.

“Nanti semuanya akan diuji di laboratorium di Sucofindo mungkin, tapi kita akan koordinasi dengan atasan terlebih dahulu, dan hasilnya akan keluar satu sampai dua minggu,” lanjutnya.

Uji laboratorium tersebut dilakukan dengan tujuan mengetahui kualitas air, kandungan sedimen layar dan juga sedimen dasar.

“Kita juga ingin mengetahui kandungan zat berbahaya didalam air tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistyo mengatakan, pengambilan sampel sedimentasi merupakan rangkaian dari normalisasi sungai Sukalila Cirebon.

“Ini merupakan upaya dari normalisasi dan juga penertiban yang sebelumnya sudah di bahas bersama dengan walikota dan dilanjutkan dengan rapat dengan komisi I di kantor BBWS Cimanuk Cisanggarung,” katanya.

Menurutnya Sungai Sukalila sendiri belum pernah dilakukan normalisasi sejak puluhan tahun yang lalu.

Ia mengungkapkan, setelah kesepakatan bersama penertiban dan normalisasi sungai Sukalila akan digelar pada akhir tahun 2025.

“Semoga nanti berlangsung dengan lancar, mulai dari relokasi teman-teman pedagang sampai ke pengerukan sedimentasi disungai ini,” ungkapnya.

Untuk relokasi, para pedagang dapat menempati di gedung PGC di lantai dua.

“Kita harapkan mereka mulai menyadari ya, kita melakukan penertiban juga untuk keindahan Kota Cirebon, kita juga tidak serta merta untuk pindah, tapi kita sediakan tempat untuk relokasi di PGC,” tutupnya.***(Sakti)