CIREBON – Di tengah geliat persiapan Festival Komunitas Seni Media (FKSM) 2025, Pelabuhan Cirebon menjadi sorotan. Bukan sekadar kawasan bongkar muat, pelabuhan yang telah berdiri sejak era 1800-an ini kini mulai dilirik sebagai simpul strategis pengembangan ekonomi kreatif dan wisata heritage di wilayah Jawa Barat bagian timur.
Kunjungan kerja Direktur Strategi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Prasetyo, oada Maret 2025 lalu ke Pelindo Regional 2 Cirebon menandai langkah penting ke arah itu.
Didampingi oleh Direktur PT Pelindo Solusi Logistik dan jajaran manajemen, kunjungan tersebut tak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya nyata meninjau potensi pelabuhan yang selama ini lebih dikenal sebagai simpul logistik regional.
Kedatangan Prasetyo disambut langsung oleh General Manager Pelindo Regional 2 Cirebon, Darwis, beserta jajaran manajemen dan perusahaan afiliasi. Ini menjadi kunjungan perdana Prasetyo ke Cirebon—dan sekaligus menjadi momentum menatap arah baru Pelabuhan Cirebon.
“Pelabuhan Cirebon punya potensi besar, bukan hanya di bidang logistik, tetapi juga dalam pengembangan kawasan wisata dan ekonomi kreatif. Dengan sejarah panjang dan letak strategisnya, pelabuhan ini bisa menjadi pusat pertumbuhan baru di Jawa Barat,” ujar Prasetyo.
Menggali Potensi Sejarah dan Ruang Ekonomi Baru
Pelabuhan Cirebon berdiri di atas lahan sekitar 50 hektare, dengan jejak sejarah yang panjang sejak masa kolonial. Di dalamnya, masih berdiri bangunan-bangunan tua yang berusia lebih dari satu abad—potensi yang jika dikemas dengan baik, bisa menjadi daya tarik wisata sejarah dan budaya maritim.
Dalam konteks ini, Pelindo Regional 2 Cirebon tengah melakukan berbagai langkah strategis, salah satunya melalui kegiatan Management Walkthrough (MWT) yang dilakukan oleh tim HSSE bersama tim operasional. Kegiatan ini berfokus meninjau langsung kesiapan infrastruktur gudang, akses jalan, dan fasilitas pendukung di area Lini 2 Pelabuhan Cirebon.
MWT kali ini juga beririsan langsung dengan rencana pelaksanaan Festival Komunitas Seni Media (FKSM) 2025, yang sebagian besar kegiatannya akan dipusatkan di kawasan pergudangan pelabuhan.
“Kami memastikan kesiapan seluruh fasilitas, mulai dari akses jalan, drainase, hingga kebersihan area. Semua harus sejalan antara operasional pelabuhan dan penyelenggaraan event nasional ini,” jelas Darwis.
Momentum Sinergi: Pelabuhan, Seni, dan Kota
Festival Komunitas Seni Media diharapkan menjadi titik temu antara industri pelabuhan dan dunia kreatif. Bagi Pelindo, keterlibatan dalam event ini bukan sekadar bentuk dukungan pada komunitas seni, melainkan juga upaya memperkenalkan wajah baru Pelabuhan Cirebon sebagai ruang publik yang terbuka, produktif, dan bersejarah.
Pelabuhan Cirebon yang dulu dikenal hanya sebagai simpul arus barang, kini mulai membentuk citra baru sebagai “Gerbang Maritim Kreatif Cirebon” — tempat di mana aktivitas ekonomi dan ekspresi budaya bisa tumbuh berdampingan.
Melalui sinergi antara logistik, pariwisata, dan kreativitas, Pelindo Regional 2 Cirebon menegaskan komitmennya: menjadikan pelabuhan bukan hanya titik distribusi barang, tetapi juga pusat pergerakan ide dan budaya yang memperkaya kota dan masyarakatnya.*** (Hasan)











