CIREBON– Dalam rangka meningkatkan akses dan pelayanan pendidikan di wilayahnya, Bupati Cirebon Imron berhasil merehabilitasi 1.680 ruang kelas selama kurun waktu 5 tahun.
Diketahui rehabilitasi ribuan ruang kelas tersebut dilakukan Imron sejak masa kepemimpinannya yakni 2019-2023.
Imron menyampaikan, rehabilitasi ruang kelas itu dilakukan guna memaksimalkan mutu pendidikan siswa-siswi di Kabupaten Cirebon.
“Saya ingin mutu pendidikan terjamin, siswa maupun guru nggak perlu takut masalah ruang kelas yang rusak,” katanya.
“Kegiatan belajar jadi nyaman siswa dan guru bisa fokus,” imbuhnya.
Tegak lurus dengan keinginannya perihal mutu pendidikan, Imron berharap penuh baik siswa maupun guru dapat memaksimalkan sarana yang direhabilitasi untuk kegiatan KBM.
“Saya harap siswa maupun guru bisa manfaatin fasilitas Yangs udah direhabilitasi, belajar yang fokus guru juga mengajar secara maksimal agar dapat berprestasi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon Roniyanto mengatakan, rehabilitasi ribuan ruang kelas tersebut merata ke seluruh jenjang pendidikan. Mulai dari TK Negeri di tahun 2019 sebanyak 3 ruang kelas, kemudian 2020 sebanyak 7 ruang kelas, di 2021 sebanyak 11 ruang kelas, 2022 tidak ada rehabilitasi, dan 2023 sebanyak 10 ruang kelas.
“Untuk 2022 itu memang tidak ada ruang kelas yang membutuhkan rehabilitasi. Jadi totalnya sepanjang Pak Bupati menjabat ada 33 ruang kelas yang direhabilitasi selama 5 tahun,” kata Roniyanto, Rabu (13/12/2023).
Untuk kondisi terakhir yakni 2023, kata Roniyanto, terdapat 4 ruang kelas TK yang rusak.
Sementara itu untuk tingkatan Sekolah Dasar (SD) total ruang kelas yang direhabilitasi terdapat 1.315 ruang kelas.
“Pada 2019 terdapat 357 ruang kelas, di 2020 terdapat 115 ruang kelas, di 2021 itu ada 275 ruang kelas, 2022 ada 444 ruang kelas, dan 2023 ada 124 ruang kelas yang direhabilitasi,” paparnya.
Untuk kondisi terakhir ruang kelas tingkat SD yang rusak di 2023, lanjutnya, terdapat 759 ruang kelas yang rusak.
“Nanti direncanakan sebanyak 229 ruang kelas yang akan direhabilitasi di tahun 2024,” ujarnya.
Terakhir untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berhasil direhabilitasi totalnya mencapai 334 ruang kelas.
Pada tahun 2019 terdapat 77 ruang kelas, di 2020 terdapat 18 ruang kelas, di 2021 itu ada 83 ruang kelas, 2022 ada 60 ruang kelas, dan 2023 ada 96 ruang kelas yang direhabilitasi.
Untuk kondisi terakhir ruang kelas tingkat SMP yang rusak di 2023, lanjutnya, terdapat 183 ruang kelas yang rusak.
“Nanti direncanakan di 2024, ada 162 ruang kelas direhabilitasi,” ucapnya.
Sehingga, lanjutnya, apabila dijumlahkan secara keseluruhan maka total ruang kelas yang direhabilitasi terdapat 1.680an.
“Rehabilitasi ini tentunya dilakukan bertahap, dan dikategorikan mana yang prioritas. Jadi, rehabilitasi ini artinya digolongkan ruang kelas itu rusak ringan, sedang, atau berat,” jelasnya.
Harapannya rehabilitasi ruang kelas di 2024 sendiri melampaui target sehingga, kegiatan belajar mengajar (KBM) lancar dan tidak perlu ada kecemasan.
“Kami harap di 2024 melampaui target, sehingga belajar mengajar menjadi aman dan nyaman, kemudian mutu pendidikan terjamin,” tutupnya.***(adv/sarrah).











