CIREBON – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) kembali menegaskan eksistensinya sebagai kampus berwawasan internasional dengan melepas enam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) untuk mengikuti program magang industri di Jepang.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen UGJ membuka akses pembelajaran global bagi mahasiswanya. Langkah ini melanjutkan konsistensi UGJ dalam mengirim mahasiswa ke berbagai program internasional, mulai dari magang industri, pertukaran mahasiswa, hingga kerja praktik di luar negeri.
Rekam jejak tersebut mengukuhkan UGJ sebagai perguruan tinggi yang berpengalaman memfasilitasi mahasiswa meraih kompetensi akademik dan profesional di tingkat global.
Sambutan Rektor UGJ yang disampaikan Wakil Rektor I, Dr. Surya Amami Pramuditya, M.Si., memberikan apresiasi tinggi kepada enam mahasiswa terpilih. Ia menegaskan bahwa mereka telah melalui proses seleksi ketat di antara banyak pendaftar, khususnya dari lingkungan FEB.
“Keberhasilan ini mencerminkan kesiapan mental, keberanian, serta kualitas akademik mahasiswa UGJ untuk bersaing di kancah internasional. Ini juga menjadi cerminan pembinaan karakter dan standar pendidikan global yang terus kami kembangkan,” ujar Dr. Surya, Kamis (29/1/2026).
Ia mengingatkan bahwa Jepang memiliki budaya kerja disiplin tinggi dengan tantangan bahasa dan sistem kerja yang berbeda. Namun justru tantangan tersebut menjadi ruang pembelajaran berharga bagi mahasiswa.
“Keberanian mendaftar dan lolos seleksi menunjukkan mental tangguh mahasiswa UGJ. Ini bukti bahwa kampus kita mampu mencetak generasi yang siap menghadapi kompetisi global,” lanjutnya.
Menurutnya, magang internasional bukan sekadar program akademik, melainkan investasi masa depan. Mahasiswa akan menyerap langsung budaya kerja profesional Jepang yang tidak bisa diperoleh hanya dari teori di ruang kelas. UGJ pun mengapresiasi mahasiswa yang berani keluar dari zona nyaman demi memperluas pengalaman internasional.
Keputusan mengikuti magang ini menjadi bukti kesiapan mahasiswa mengaplikasikan ilmu selama lima hingga tujuh semester di dunia kerja global. Ke depan, UGJ berharap pengalaman tersebut turut memberi kontribusi nyata bagi pengembangan kurikulum kampus.
Nilai kedisiplinan, profesionalisme, dan sistem kerja Jepang diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran di UGJ. Dr. Surya juga berpesan agar mahasiswa menjaga sikap selama berada di Jepang karena membawa nama bangsa Indonesia, FEB, dan Universitas Swadaya Gunung Jati. “Jadilah duta UGJ yang santun, disiplin, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Penilaian positif dari mitra industri Jepang terhadap mahasiswa UGJ semakin memperkuat kepercayaan internasional terhadap kualitas lulusan kampus tersebut. Mahasiswa dinilai memiliki soft skill baik, etos kerja tinggi, serta kompetensi teknis memadai.
Sementara itu, Dekan FEB UGJ, Dr. H. Acep Komara, Drs., SE., M.Si., menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) sekaligus mendukung internasionalisasi perguruan tinggi.
“Capaian positif mahasiswa batch sebelumnya menjadi modal besar bagi peserta periode ini. Mereka terbukti mampu beradaptasi, bekerja profesional, dan menguasai dasar bahasa Jepang,” ungkapnya.
Wakil Rektor IV UGJ bidang kerja sama internasional, Dr. Hj. Cita Dwi Rosita, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa magang internasional tidak hanya membangun kompetensi kerja, tetapi juga karakter.
“Disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran menjadi nilai universal yang akan dibawa pulang mahasiswa sebagai bekal masa depan,” katanya.
Melalui program magang industri ke Jepang ini, UGJ semakin mengukuhkan diri sebagai kampus internasional yang aktif membangun jejaring global serta berkomitmen mencetak lulusan berdaya saing dunia dan berkarakter unggul.***











