CIREBON – Masyarakat Kota Cirebon meminta kepada Pemkot Cirebon untuk membantu dalam perawatan saluran air limbah di lingkungan masyarakat.
Ketua Forum Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (FKPP) Sanitasi Kota Cirebon Dede Lesmana mengatakan,untuk di Kota Cirebon sendiri terdapat 54 titik sanimas.
“54 titik tersebut tersebar pada 5 kecamatan, dan seluruhnya sangat penting untuk tangki septik komunal bagi masyarakat,” katanya, Minggu (18/10/2026).
Dirinya melanjutkan, kondisi 54 titik sanimas tersebut mayoritas mengalami sumbatan dikarenakan belum adanya perawatan.
“Memang saat melakukan pembangunan sanimas tersebut pemerintah berharap warganya melakukan perawatan secara mandiri, namun ternyata pemeliharaan itu tidak berjalan,” jelasnya.
Ia menuturkan, untuk melakukan perawatan tersebut memang terdapat liuran bulanan sebesar Rp8 ribu.
“Tapi ternyata berjalannya waktu ada yang bayar ada yang tidak bayar, sehingga biaya perawatan itu tidak bisa terlaksana setiap bulannya,” tuturnya.
Dede mengungkapkan, tangki septik komunal tersebut sendiri idealnya dilakukan penyedotan secara rutin.
“Hingga menyebabkan tangki sebesar 3×11 meter di Kedung Menjangan tersebut penuh, yang berdampak kepada sambungan ke rumah warga juga ikut penuh dan tidak bisa di buang,” ungkapnya.
Ia berharap, kedepannya Pemerintah Kota Cirebon dapat membantu penyedotan tangki septiknya.
Sementara itu, Subkor Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Domestik DPUTR Kota Cirebon Branantyo mengatakan, dengan adanya forum tersebut bisa melakukan inventarisasi sanitasi di masyarakat.
“Melalui forum tersebut juga bisa menjadi wadah masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya tentang sanitasi,” katanya.
Ia menuturkan, untuk menjaga sanitasi pihaknya mengajak masyarakat untuk saling menjaga fasilitas yang sudah diberikan.
“Perlu peran serta masyarakat untuk menjaga sanitasi di tempatnya sendiri, dengan tidak membuang bekas bungkus shampo dan sampah lainnya agar tidak masuk dlm saluran air limbah yang menyebabkan bakteri pengurai tidak bekerja optimal bahkan mati, jika dari sambungan rumah sdh terjaga maka akan tersalurkan ke tangki septik komunal. Jadi masyarakat bersama dengan KPP menjaga keberlangsungan jaringan air limbah tersebut agar berfungsi maksimal, kemudian melakukan penyedotan rutin berkala,” jelasnya.
Ia meminta masyarakat untuk jangan mencampurkan cairan bekas sabun, shampoo ke dalam saluran jaringan air limbah.
“Karena didalam tangki septik komunal tersebut memiliki bakteri sendiri yang dapat membantu menguraikan, kalau bercampur dengan deterjen dan lainnya bisa tidak maksimal,” tuturnya.
DPUTR Kota Cirebon sendiri, sudah melakukan 21 layanan penyedotan di Kelurahan Kalijaga dan juga Argasunya.***(Sakti)











