BeritaCirebon

Warga RW 04 Drajat Curhat Soal BPJS, Infrastruktur, hingga Nasib Puluhan Anak Yatim

959
×

Warga RW 04 Drajat Curhat Soal BPJS, Infrastruktur, hingga Nasib Puluhan Anak Yatim

Sebarkan artikel ini

CIREBON — Anggota DPRD Kota Cirebon, Abdul Wahid, melakukan kegiatan reses di RW 04 Kesambi Dalam, Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi. Meski menyebut kunjungan ini sebagai ajang silaturahmi pertama bersama warga, Wahid menegaskan bahwa setiap pertemuan dengan masyarakat tetap menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, sejumlah persoalan mengemuka, terutama terkait pelayanan BPJS Kesehatan. Banyak warga menyampaikan keresahan akibat simpang siur informasi, termasuk isu “pemutihan BPJS”. Menjawab hal ini, Wahid menghadirkan langsung perwakilan BPJS untuk memberikan penjelasan resmi.

“Kami memang sengaja menggandeng BPJS untuk meluruskan informasi. Ternyata, regulasi soal pemutihan itu belum ada, masih dibahas di pemerintah pusat,” jelas Wahid.

Selain persoalan kesehatan, warga juga mengusulkan pengaspalan jalan dan perbaikan saluran air di wilayah mereka. Wahid menjelaskan bahwa usulan tersebut sudah mulai dipetakan, dan peluang realisasi paling cepat dapat dilakukan pada tahun 2027.

“Tahun 2026 anggarannya sudah berjalan, jadi paling cepat usulan ini kita dorong untuk masuk dan bisa direalisasikan pada 2027,” jelasnya.

Sorot Perhatian: Puluhan Anak Yatim Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah

Salah satu aspirasi yang cukup menyentuh datang dari pengelola sebuah yayasan yatim piatu di wilayah tersebut. Pengelola menyampaikan bahwa selama ini mereka bekerja secara mandiri, mulai dari penyediaan sarana prasarana hingga mencari donatur untuk memenuhi kebutuhan sekitar 30 anak yatim yang diasuh.

Yayasan tersebut mengaku belum pernah tersentuh bantuan dari pemerintah.

“Ini harus menjadi perhatian. Mereka menyantuni anak yatim, tapi belum mendapatkan dukungan dari dinas terkait. Proposal sudah saya minta, dan insyaallah akan kami tindak lanjuti,” ujar Wahid.

Ia menyatakan komitmennya untuk menelusuri persoalan tersebut agar para pengasuh tidak berjuang sendirian dalam memenuhi kebutuhan anak-anak yang mereka bina.

Tetap Melayani Meski Basis Suara Minim

Menariknya, Wahid menegaskan bahwa dirinya tidak membatasi pelayanan berdasarkan basis suara pada Pemilu lalu. Meski RW 04 bukan basis elektoral utamanya, ia menegaskan bahwa tanggung jawab sebagai wakil rakyat harus menyentuh semua warga.

“Ketika sudah menjadi anggota dewan, kita tidak bisa memilih-milih. Walaupun suara di sini tidak maksimal, aspirasi tetap harus didengar,” tegasnya.

Melalui kunjungan ini, Wahid berharap hubungan antara dirinya dan warga setempat terus terjalin, serta setiap masukan dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan masyarakat.***