CirebonBerita

Suka Duka Tawa Antusias Disambut Penonton, Gelar Screening Perdana di Cirebon

66
×

Suka Duka Tawa Antusias Disambut Penonton, Gelar Screening Perdana di Cirebon

Sebarkan artikel ini

CIREBON– Antusiasme penonton terhadap film Suka Duka Tawa terus menguat menjelang penayangan resminya di bioskop. Setelah tiket nonton duluan penayangan penutup di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20 ludes terjual hanya dalam satu hari, BION Studios bersama Spasi Moving Image resmi merilis trailer dan poster film debut panjang sutradara Aco Tenriyagelli.

Tingginya animo tersebut turut berlanjut ke daerah. Kota Cirebon menjadi salah satu kota yang menggelar screening perdana Suka Duka Tawa, sekaligus menjadi ruang temu awal antara film dan penonton lokal sebelum tayang nasional pada Januari 2026, pada Minggu (28/12/2025).

Poster resmi film menampilkan jajaran pemain dengan tawa lebar yang kontras dengan isi trailer. Alih-alih sekadar menghadirkan komedi, trailer justru menyelami sisi rapuh seorang komika perempuan yang selama ini menggunakan tawa sebagai tameng hidupnya. Film ini memadukan drama komedi keluargadengan isu relasi, luka batin, dan rekonsiliasi yang dekat dengan realitas banyak orang.

Trailer memperkenalkan karakter Tawa (Rachel Amanda), seorang komika perempuan yang tengah merintis karier dengan menjadikan pengalaman pribadinya sebagai materi lawakan, termasuk kisah ditinggal ayahnya sejak kecil. Kehidupannya yang tampak stabil mulai goyah ketika Keset (Teuku Rifnu Wikana), sang ayah yang menghilang selama 20 tahun, tiba-tiba kembali.

Kehadiran Keset tidak hanya mengguncang hubungan Tawa dengan ibunya (Marissa Anita), tetapi juga memaksa Tawa menghadapi luka lama yang selama ini ia tertawakan di atas panggung. Dari ruang stand-up comedy hingga ruang keluarga, film ini mempertanyakan satu hal mendasar: mampukah seseorang memaafkan luka yang telah lama mengendap?

Nuansa emosional film diperkuat lewat soundtrack “Bunga Maaf” dari band The Lantis, yang memberi warna lembut namun getir. Trailer juga menampilkan sekilas kehadiran Pandji Pragiwaksono, Bintang Emon, Arif Brata, Gilang Bhaskara, hingga Enzy Storia, mempertegas dunia komedi yang menjadi latar keseharian Tawa.

Selain Rachel Amanda, film Suka Duka Tawa dibintangi oleh deretan aktor dan komika lintas generasi seperti Teuku Rifnu Wikana, Marissa Anita, Bintang Emon, Gilang Bhaskara, Arif Brata, Nazira C. Noer, Abdel Achrian, dan Mang Saswi. Kehadiran mereka menghadirkan pertemuan menarik antara generasi pelawak televisi dan komika stand-up dalam satu narasi keluarga.

Disutradarai oleh Aco Tenriyagelli, yang sebelumnya dikenal lewat film pendek dan video musik, film ini diproduseri oleh Tersi Eva Ranti dan Ajish Dibyo. Menurut Tersi Eva Ranti, Aco memiliki cara bercerita yang unik dan penuh kejutan.

“Di film Suka Duka Tawa, penonton akan melihat banyak perbenturan kontras, mulai dari generasi pelawak televisi dan stand-up comedian, hingga pilihan musik dan sisi teknis. Film ini menawarkan pengalaman yang emosional tapi juga segar,” ujarnya.

Sementara itu, Aco Tenriyagelli menyampaikan bahwa film ini berbicara tentang luka dan keberanian untuk menertawakan luka tersebut.

“Harapannya, setelah menonton film ini, penonton bisa menjalani hidup dengan penuh harapan dan berani melihat duka sebagai sesuatu untuk dipikul dan ditumbuhkan bersama,” tutur Aco.

Rachel Amanda menambahkan bahwa cerita dalam film ini sangat dekat dengan pengalaman banyak orang, terutama tentang upaya memperbaiki hubungan yang renggang.

“Gak semua cerita kita sama, tapi hampir semua orang pernah ada di momen ingin memperbaiki hubungan, dengan cara yang kadang aneh, lucu, atau membingungkan. Itu yang bikin cerita ini terasa nyata,” katanya.

Bagi Bintang Emon, yang memerankan sahabat Tawa bernama Iyas, relasi ayah dan anak menjadi elemen paling membekas.

“Film ini bikin gue refleksi juga sebagai manusia dan sebagai ayah,” ujarnya.

Ditemui seusai pemutaran film, salah satu penonton, Fira, menyampaikan film ini syarat akan makna keluarga.

“Terharu banget, aku kira bakal full ketawa tapi ternyata setalah nonton emosi kita itu dimainin banget. Ada ketawa, sedih, semuanya campur aduk. Pokoknya, kita jadi belajar untuk mencoba memaafkan luka sih,” ucap Fira.

Dengan digelarnya screening perdana di CirebonSuka Duka Tawa diharapkan semakin dekat dengan penonton daerah dan membuka ruang diskusi tentang keluarga, luka, dan tawa sebagai mekanisme bertahan hidup. Film produksi BION Studios dan Spasi Moving Image ini dijadwalkan tayang serentak di jaringan bioskop seluruh Indonesia pada 8 Januari 2026.***