BeritaCirebon

Program “Ngasih Gaji Mertua” di Sukapura Cirebon, Cara Humanis Rangkul ODGJ

883
×

Program “Ngasih Gaji Mertua” di Sukapura Cirebon, Cara Humanis Rangkul ODGJ

Sebarkan artikel ini

CIREBON — Pendekatan humanis dalam menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dilakukan Kelurahan Sukapura, Kota Cirebon. 

Lewat program unik “Ngasih Gaji Mertua”, warga diajak tidak lagi mengucilkan, melainkan merangkul mereka yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.

Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, keberadaan ODGJ kerap terpinggirkan. Namun berbeda dengan yang terjadi di Kelurahan Sukapura. Program “Ngasih Gaji Mertua” yang merupakan akronim dari Jangan Sisihkan Gangguan Jiwa, Mereka Butuh Bantuan Kita hadir sebagai solusi berbasis kepedulian sosial.

Lurah Sukapura, Diza Setya Aji Pambudi, menjelaskan program ini lahir dari keprihatinan terhadap stigma negatif yang masih melekat pada ODGJ. Menurutnya, mereka seharusnya mendapat dukungan, bukan dijauhkan dari lingkungan sosial.

“Program ini kami bangun dengan semangat gotong royong. Kami ingin memastikan tidak ada warga yang merasa sendirian, terutama mereka yang sedang mengalami gangguan mental,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Langkah awal dimulai dengan pendataan menyeluruh terhadap warga yang mengalami gangguan jiwa. Proses ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kampung KB, tenaga kesehatan, hingga perangkat lingkungan seperti RT dan RW.

Setelah data terkumpul, Kelurahan Sukapura bersama puskesmas setempat melakukan pemantauan rutin setiap bulan. Bahkan, pengawasan harian turut dilakukan oleh kader kesehatan dan warga sekitar guna memastikan kondisi ODGJ tetap terkontrol.

Pendampingan yang dilakukan tidak sekadar administratif. Program ini juga menitikberatkan pada perawatan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga kebersihan diri.

Petugas dan relawan secara rutin membantu memandikan, memotong rambut, hingga merawat kebersihan kuku para ODGJ. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga kesehatan sekaligus mengembalikan rasa percaya diri mereka.

“Kami ingin mereka diperlakukan secara layak. Ketika mereka bersih dan sehat, stigma negatif dari masyarakat juga perlahan bisa hilang,” kata Diza.

Dalam pelaksanaannya, Kelurahan Sukapura menggandeng berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan, lembaga kemasyarakatan, hingga instansi terkait. Jika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, koordinasi dilakukan dengan rumah sakit dan dinas sosial.

Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program, sehingga setiap warga yang membutuhkan bantuan dapat memperoleh penanganan sesuai dengan kebutuhannya.

Lebih dari sekadar program sosial, “Ngasih Gaji Mertua” menjadi gerakan kemanusiaan yang mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan inklusif terhadap ODGJ.

Kini, perlahan namun pasti, stigma mulai terkikis di Sukapura. Pesan yang ingin disampaikan pun sederhana namun kuat, setiap warga berhak hidup layak, dihargai, dan dirangkul dalam kebersamaan.***