CIREBON – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, jajaran Polresta Cirebon mulai mematangkan berbagai persiapan pengamanan lalu lintas dengan melakukan pengecekan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Asrama Polisi Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (7/3/2026).
Pengecekan ini menjadi bagian penting dari strategi pengamanan mudik, mengingat wilayah Cirebon dikenal sebagai salah satu simpul utama pergerakan kendaraan dari arah barat menuju Jawa Tengah dan sebaliknya.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, mengatakan bahwa kesiapan sarana dan prasarana menjadi faktor krusial dalam mendukung kelancaran pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Menurutnya, berbagai perlengkapan lalu lintas yang akan digunakan selama operasi telah disiapkan untuk mendukung rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan.
“Peralatan ini akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, terutama di jalur pantura yang kerap mengalami peningkatan volume kendaraan saat musim mudik,” ujarnya.
Dalam rencana pengamanan tersebut, Polresta Cirebon akan melakukan penataan lalu lintas di puluhan titik putar balik atau U-Turn yang tersebar di jalur arteri utama.
Tercatat, sebanyak 44 titik U-Turn akan dipasang di sepanjang jalur Pantura mulai dari Susukan hingga Plered. Sementara itu, 33 titik lainnya berada di jalur Astanajapura hingga Losari.
Total terdapat 77 titik pengaturan lalu lintas yang akan diawasi secara intensif guna mencegah potensi kemacetan dan kecelakaan selama periode mudik.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polresta Cirebon menyiapkan berbagai perlengkapan lalu lintas, di antaranya 250 unit traffic cone, 200 water barrier, 100 trailing, 300 tolo-tolo, serta sekitar 500 pembatas berbahan bambu. Selain itu, disiapkan pula 50 rambu portable yang akan membantu pengendara dalam membaca arah dan jalur rekayasa lalu lintas.
Kapolresta menegaskan bahwa kesiapan ini dilakukan karena posisi Cirebon sangat strategis dalam jaringan transportasi nasional. Wilayah ini menjadi titik pertemuan antara jalur arteri Pantura dengan jaringan jalan tol Trans Jawa.
“Cirebon merupakan titik pertemuan arus kendaraan dari berbagai daerah. Di wilayah Kabupaten Cirebon terdapat sekitar 50 kilometer ruas tol yang melintas, dengan lima gerbang tol yakni Palimanan, Plumbon, Ciperna, Kanci, dan Ciledug,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat wilayah Cirebon berpotensi mengalami lonjakan volume kendaraan yang signifikan selama musim mudik Lebaran.
Selain pengaturan lalu lintas, kepolisian juga menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di berbagai titik strategis. Pos-pos tersebut akan berfungsi sebagai pusat pelayanan, pengamanan, serta tempat istirahat bagi para pemudik.
Dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polresta Cirebon menyiapkan satu Pos Utama, satu Pos Terpadu, tiga Pos Pelayanan, serta 11 Pos Pengamanan yang ditempatkan di jalur-jalur padat kendaraan.
Melalui berbagai langkah tersebut, pihak kepolisian berharap terciptanya kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran.
“Kami berharap rekayasa lalu lintas yang diterapkan dapat mewujudkan kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polresta Cirebon sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” kata Imara.
Ia juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan hingga mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.***











