BeritaCirebon

Milangkala Tatar Sunda di Kota Cirebon Meriah, KDM : Cirebon Miniatur Pluralisme Indonesia

878
×

Milangkala Tatar Sunda di Kota Cirebon Meriah, KDM : Cirebon Miniatur Pluralisme Indonesia

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Kota Cirebon sukses menjadi tuan rumah Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran dalam rangka Milangkala Tatar Sunda 2026 yang digelar meriah pada Minggu malam (10/5/2026). 

Ribuan warga memadati jalur heritage untuk menyaksikan parade budaya yang menampilkan puluhan kesenian khas dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Kirab budaya tersebut menempuh rute sejauh sekitar 2,1 kilometer, melintasi Jalan Pasuketan, Jalan Petratean, Jalan Pulasaren, Jalan Aryodinoto hingga berakhir di Alun-alun Sangkala Buana Kasepuhan.

Kota Cirebon menjadi kota kedelapan dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung sejak 2 Mei 2026. Sebanyak 27 kelompok seni dari kabupaten dan kota se-Jawa Barat turut ambil bagian dalam perhelatan budaya tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan kirab budaya ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi penghubung antara sejarah dan masa depan.

“Hal yang utama bukan hanya membangun cerita masa lalu, tetapi bagaimana masa lalu dan masa depan bisa saling terhubung. Banyak orang bicara masa depan tapi tidak memahami sejarah, sebaliknya ada yang hanya melihat masa lalu tanpa memikirkan masa depan,” ujar Dedi.

Ia menilai Kota Cirebon merupakan daerah yang memiliki nilai keterbukaan tinggi dalam memadukan sejarah, budaya, dan kehidupan beragama.

“Di Cirebon tidak pernah terdengar kalimat mengkafirkan. Cirebon terbuka terhadap pemahaman agama, sejarah, dan alam. Cirebon adalah miniatur pluralisme Indonesia dan mengajarkan Islam yang inklusif,” tuturnya.

Menurut Dedi, Cirebon memiliki kekayaan peradaban yang masih terjaga, mulai dari tradisi Adzan Pitu hingga keberadaan Masjid Sang Cipta Rasa yang sarat nilai sejarah.

“Di sini saya menemukan sebuah peradaban yang ingin kembali dibangun dan dirawat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga mengajak Pemerintah Kota dan Kabupaten Cirebon untuk bersama-sama menata kawasan heritage dan lingkungan kota agar semakin nyaman dan menarik.

Ia mengungkapkan rencana pembangunan kawasan pelataran Caruban pada tahun depan, termasuk penataan kebersihan kota dan kawasan sungai.

“Kalau keraton tertata rapi, jalannya bersih, trotoarnya indah, sungainya jernih, maka masyarakat Cirebon akan menjadi masyarakat yang bermartabat,” tegasnya.

Selain itu, Dedi menegaskan anggaran daerah harus benar-benar difokuskan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya bertanggung jawab untuk pembangunan kawasan keraton di Cirebon ke depan, dengan catatan semuanya harus dijaga dan dirawat, bukan dijual,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyebut ditunjuknya Kota Cirebon sebagai tuan rumah Milangkala Tatar Sunda menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.

“Kami bersama seluruh masyarakat Kota Cirebon ingin terus membangun, menata, dan memperbaiki Kota Cirebon ke arah yang lebih baik,” katanya.

Effendi Edo juga menjawab sejumlah keluhan masyarakat terkait infrastruktur, seperti jalan rusak dan banjir yang selama ini menjadi perhatian warga.

Ia memastikan beberapa ruas jalan utama akan diperbaiki tahun ini, di antaranya Jalan Cipto, Jalan Kartini, dan Jalan Wahidin dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Semua akan diperbaiki secara bertahap. Masyarakat diminta bersabar karena semuanya membutuhkan proses,” paparnya.

Menurutnya, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah dirasakan masyarakat, termasuk perbaikan Jalan Petratean dan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik Kota Cirebon.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur atas bantuan yang sudah diberikan untuk Kota Cirebon,” tutupnya.*** (Sakti)