BeritaCirebon

Momentum Sumpah Pemuda, KNPI Kota Cirebon Tekankan 3 Pilar Kemajuan Pemuda

796
×

Momentum Sumpah Pemuda, KNPI Kota Cirebon Tekankan 3 Pilar Kemajuan Pemuda

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Momentum  28 Oktober, merupakan detik-detik maha penting ketika para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara mengikrarkan satu tekad: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.

Scroll Untuk Lanjut Baca
Scroll Untuk Lanjut Baca

Pesan tersebut menjadi penekanan dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kota Cirebon Tahun 2026 yang berlangsung di Halaman Apel Balaikota Cirebon, Rabu (28/10) yang diikuti OKP dan instansi terkait di lingkungan Kota Cirebon.

Ketua DPD KNPI Kota Cirebon, Jaka Permana SH mengatakan, momentum Sumpah Pemuda tahun ini khususnya, pemuda-pemudi di Kota Cirebon—kota wali, kota sejarah, dan kota perjuangan—tanggung jawab moral dan bukan sekadar mengenang, melainkan melanjutkan estafet perjuangan dengan napas zaman yang baru.

Atas hal itu, di usianya yang terus melangkah maju, KNPI Kota Cirebon menegaskan tiga pilar utama yang harus melekat dalam dada setiap pemuda hari ini, yakni Jiwa Patriotik yang Menyala merupakan patriotisme hari ini bukan lagi tentang bambu runcing di medan laga, melainkan tentang kecintaan yang tulus pada tanah air yang diwujudkan melalui kerja nyata, menjaga kondusifitas kota, menegakkan integritas, serta menolak segala bentuk perpecahan. Darah juang para pahlawan harus terus mengalir deras di nadi kita untuk membela kepentingan rakyat dan kemajuan Kota Cirebon.

“Kegigihan tanpa batas yakni dunia bergerak cepat, tantangan zaman semakin kompleks—dari urusan lapangan kerja, disrupsi teknologi, hingga dinamika sosial ekonomi. Pemuda Cirebon harus gigih, ulet, dan tidak mudah menyerah. Kegagalan hari ini adalah bahan bakar untuk melompat lebih tinggi. Jangan pernah menjadi generasi yang cengeng; jadilah petarung tangguh yang mampu mengubah setiap rintangan menjadi peluang,” paparnya.

Selanjutnya, masih kata Jaka, empati yang menghidupkan solidaritas. Dimana kecerdasan dan ketangguhan tidak ada artinya jika kehilangan rasa kemanusiaan. Pemuda yang hebat adalah pemuda yang berempati. Peka terhadap kesusahan tetangga, peduli pada sesama pemuda yang sedang berjuang, dan hadir sebagai solusi bagi persoalan sosial di tengah masyarakat. KNPI mengajak agar membangun Cirebon bukan hanya dengan ambisi, tetapi dengan hati yang tulus merangkul dan saling menguatkan.

“Mari jadikan momentum Sumpah Pemuda tahun ini sebagai titik tolak konsolidasi kekuatan kolaboratif pemuda Kota Cirebon. Bersama kita bisa, bersama kita kuat, bersama kita bawa Cirebon melaju gemilang. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98!

Maju terus pemuda Indonesia, jaya selalu pemuda Kota Cirebon,”   tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir.

Dalam pengantarnya sebelum membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga, Sekda menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam menempatkan pemuda sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Menurutnya, generasi muda tidak semestinya hanya dipandang sebagai kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program pemerintah, tetapi harus dilibatkan sebagai mitra strategis yang turut menentukan arah kemajuan kota.

Pembangunan daerah, lanjutnya, membutuhkan keterlibatan anak muda yang mampu berpikir rasional, bekerja berdasarkan data, serta menerjemahkan gagasan menjadi tindakan nyata. Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, menggerakkan ekonomi lokal, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat juga menjadi modal penting yang perlu terus dikembangkan.

“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan. Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki gagasan dan semangat, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi karya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Sekda.

Ia menambahkan, peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja kolaboratif antara pemerintah, komunitas pemuda, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut perlu diarahkan pada kegiatan yang memiliki tujuan jelas, dapat diukur hasilnya, serta memberikan dampak nyata bagi kemajuan Kota Cirebon.

Nilai-nilai tersebut relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun Kota Cirebon. Anak muda dapat mengambil peran melalui pengembangan usaha kreatif, pemanfaatan teknologi digital, kegiatan sosial, penguatan komunitas, hingga keterlibatan aktif dalam mencari solusi bagi persoalan lingkungan dan masyarakat.

Sekda menilai, potensi generasi muda perlu diimbangi dengan ruang partisipasi yang memadai agar kreativitas dan kemampuan mereka dapat berkembang secara produktif. Dukungan dari berbagai pihak menjadi penting untuk memastikan bahwa semangat pemuda tidak berhenti pada gagasan, tetapi berlanjut menjadi kegiatan dan karya yang berkelanjutan.

“Semangat Sumpah Pemuda harus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak muda perlu berani bermimpi, bekerja keras, dan mengambil peran dalam pembangunan, tetapi tetap memiliki kepedulian terhadap sesama. Kita ingin generasi yang mampu memimpin, sekaligus bersedia melayani dan memberikan manfaat bagi lingkungannya,” tutur Sekda.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, Pemerintah Kota Cirebon mengajak seluruh generasi muda untuk menjadikan persatuan sebagai kekuatan, ilmu pengetahuan sebagai bekal, dan karya nyata sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan Kota Cirebon tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki energi, kreativitas, dan keberanian untuk membawa perubahan.***