CIREBON– Pemberlakuan rekayasa lalu lintas arus balik libur Natal 2023 yang rencananya diberlakukan pukul 14.00 WIB, Selasa (26/12/2023) di ruas Tol Cipali, GT Palimanan KM 188 dibatalkan.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Aan Suhanan setelah melihat hasil traffic counting angka kendaraan yang melintas masih di batas bawah.
Diketahui untuk pemberlakuan rekayasa lalu lintas Contra flow maupun one way dapat dilakukan apabila yang melintas mencapai 3500 kendaraan per jam.
“Kita liat di traffic coutning Palimanan baru mencapai 2164 perjam, sementara jumlah kendaraan yang harus kita harus intervensi itu harus diatas angka 3500 baru kemudian bisa diberlakukan rekayasa lalin baik Contra flow maupun one way,” jelas Aan di GT Palimanan, Selasa (26/12/2023).
Laju kendaraan tertinggi sendiri berada di pukul 12.00 WIB dengan angka kendaraan yang melintas sekitar 2993 unit.
“Untuk batas bawah tol Cikampek pun 5500 unit kendaraan sementara saat ini perjam masih di bawah angka batas bawah,” tambah Aan
Karenanya, Korlantas Polri memilih untuk menunda wacana rekayasa lalin dengan melihat dua indikator tadi yakni, GT Palimanan dan Cikampek.
Memang, kata Aan, prediksi awal pada puncak arus lalin diperkirakan mencapai 50.000 masyarakat akan bertolak ke Jakarta.
Namun nyatanya laju kendaraan di KM 424 Kalikakung cenderung menurun dan aman.
“Di KM 414 Kalikangkung Semarang terdapat penurunan jumlah kendaraan yang melintas, dan puncak arusnya terjadi pukul 12.00 WIB sebanyak 2193 kendaraan,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk pembatalan pemberlakuan rekayasa lalin Contra flow dan One way perlu menunggu 3 jam guna meninjau pemberlakukan rekayasa lalin.
“Untuk pemberlakuan rekayasa lalin harus tunggu 3 jam karena jarak Jakarta Cirebon itu kan memakan 3 jam, kalau dalam 3 jam tidak ada kelonjakan laju kendaraan artinya hanya ada pergerakan kendaraan di lokal saja,” paparnya.*(Sarrah)











