Cirebon

Cegah Kenakalan Remaja, Polresta Cirebon Beri Penyuluhan di SMK Samudra Nusantara

508
×

Cegah Kenakalan Remaja, Polresta Cirebon Beri Penyuluhan di SMK Samudra Nusantara

Sebarkan artikel ini
Penyuluhan materi oleh Sat Binmas Polresta Cirebon terkait pencegahan kenalan remaja di SMK Samudra Nusantara, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis (25/1/2024). Foto: Humas Polresta Cirebon.

CIREBON– Polresta Cirebon memberikan penyuluhan di SMK Samudra Nusantara, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis (25/1/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan serta mencegah potensi kenakalan di kalangan remaja.

Materi penyuluhan yang disampaikan di antaranya mengenai himbauan untuk tidak terlibat tawuran, bahaya narkoba, pencegahan bullying, pencabulan, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Tak hanya itu, melalui pemaparan langsung personel Sat Binmas Polresta Cirebon terdapat materi lainnya seperti UU Perlindungan Perempuan dan Anak, ketertiban berlalu lintas, hingga penerimaan anggota Polri serta Sosialisasi Program Binjar Sat Binmas Polresta Cirebon.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, mengatakan banyak para pelajar yang terlibat dalam tindak pidana seperti tawuran, geng motor, obat-obatan dan lain sebagainya.

Sehingga, Sumarni mengingatkan agar, para siswa SMK Samudra Nusantara diminta jangan sampai terjerumus ke dalam hal-hal negatif.

“Para pelajar di SMK Samudra Nusantara adalah calon-calon pemimpin masa depan bangsa. Sehingga jangan sampai terjun atau terlibat dalam tindak pidana karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain,” imbaunya.

Ia juga mengimbau para siswa untuk tertib berlalu lintas di jalan raya seperti memakai helm saat mengendarai sepeda motor, dan tidak menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.

Pasalnya, sejumlah kalangan masyarakat melaporkan masih ditemukan adanya penggunaan knalpot tersebut yang berkeliaran di jalan raya.

Ia meminta para pelajar untuk saling peduli, dan menegur pengendara yang masih menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.

Bahkan, ia pun mengingatkan para guru dan orang tua untuk mengawasi secara intensif pergaulan anak-anaknya agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif.

“Dalam beberapa kali operasi kejahatan jalanan ditemukan keterlibatan kalangan remaja dalam kasus membawa senjata tajam atau lainnya. Sehingga para guru dan orang tua harus memaksimalkan pengawasan terhadap anak-anaknya agar tidak terlibat tindakan pelanggaran hukum,” tutupnya.*(Sarrah)