Scroll untuk baca artikel
Berita

Apindo Kota Cirebon Tolak Tapera : Banyak Dampaknya

386
×

Apindo Kota Cirebon Tolak Tapera : Banyak Dampaknya

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Cirebon menolak peraturan tabungan perumahan rakyat (Tapera) untuk karyawan swasta.

Ketua Apindo Kota Cirebon, Agus Subiyakto mengatakan, Apindo Kota Cirebon jelas menolak dan menganjurkan mempertimbangkan kembali peraturan tersebut.

“Karena peraturan tersebut sangat memberatkan dunia usaha, banyak dampaknya salah satunya dunia usaha jadi tidak kompetitif,” katanya, Kamis (13/6/2024).

Dirinya menilai, untuk pendanaan perumahan sendiri masih bisa dimaksimalkan dari sisi BPJS Ketenagakerjaan.

“Sebenarnya pemerintah bisa memaksimalkan dana manfaat layanan tambahan (MLT) BPJS ketenagakerjaan yang jumlahnya Rp 140 triliun yang belum terpakai, nah ini kemana uangnya,” jelasnya.

Ia melanjutkan, dana sebesar Rp 140 triliun tersebut 30 persennya dapat dimaksimalkan untuk pembiayaan KPR rumah, renovasi rumah.

“Dan itu masih sedikit sekali penggunaannya, Apindo mendorong itu daripada tabungan Tapera, dan sudah dilakukan diskusi dengan BPJS ketenagakerjaan,” lanjutnya.

Agus menegaskan, kalau memang pemerintah mau menjalankan tabungan Tapera, silahkan diuji coba dahulu ke ASN, TNI, dan Polri yang notabenenya dibiayai oleh pemerintah.

“Jangan membebankan pekerja swasta, kan itu kewajiban dari pemerintah coba saja dulu ke pegawai yang dibiayai pemerintah,” tegasnya.

Selain itu, ia menilai, adanya program Tapera sendiri pekerja pasti menuntut perusahaan untuk menaikkan upah.

“Mau tidak mau perusahaan akan mempertimbangkan itu, kalau perusahaan mampu tidak masalah, kalau tidak mampu akan ada PHK massal lagi, iklim usaha tidak kondusif nantinya,” jelasnya.***(Sakti)

TiketFest