CIREBON – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar Nextgen Fair 2025, sebuah ajang kreativitas, inovasi, dan kolaborasi yang ditujukan bagi generasi muda, khususnya Generasi Z di Auditorium Kampus UGJ Cirebon, Jalan Pemuda, Rabu (13/8/2025).
Salah satu momen yang paling dinanti dalam Nextgen Fair 2025 adalah kehadiran Leo Giovanni, figur muda inspiratif yang dikenal melalui berbagai karya dan kontribusinya di bidang kreatif digital.
Di dalam acara tersebut ada sejumlah kompetisi seru, fun games, festival fakultas, hingga promo potongan UKT bagi peserta yang melakukan her-registrasi di lokasi.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV sekaligus Ketua PMB UGJ, Dr. Hj. Cita Dwi Rosita, S.Pd., M.Pd., mengatakan, UGJ Nextgen Fair 2025 menjadi momentum penting bagi calon mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kampus dan prospek masa depannya.
“Melalui UGJ Nextgen Fair 2025, kami ingin menunjukkan bahwa kuliah di UGJ tidak hanya membentuk lulusan unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dan peluang zaman,” katanya.
Cita menegaskan, UGJ berkomitmen mengikuti perkembangan zaman, khususnya dalam memahami karakter Generasi Z yang kreatif, adaptif, akrab dengan teknologi, berpikir kritis, dan menjunjung autentisitas.
“Gen Z tidak hanya ingin belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman, jejaring, dan dunia digital. Karena itu, kami menghadirkan Leo Giovanni, content creator yang membuktikan bahwa kreativitas dan konsistensi bisa menjadi sumber penghasilan sekaligus memberi pengaruh positif,” jelasnya.
Cita menambahkan, acara ini juga menjadi ajakan bagi peserta yang belum melakukan her-registrasi untuk segera memulai langkah masa depan di UGJ.
“UGJ bukan hanya tempat kuliah, tetapi ekosistem untuk mengasah potensi diri, membangun portofolio, dan menghubungkan mahasiswa dengan peluang masa depan. Masa depan tidak datang kepada mereka yang ragu-ragu, tetapi kepada mereka yang berani memulai,” katanya.
UGJ Nextgen Fair 2025, lanjut Cita, menjadi bagian dari upaya kampus dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan, jejaring luas, dan lingkungan belajar yang suportif.
“Melalui kegiatan ini, UGJ berharap mampu melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era digital,” tandasnya.***











