Bisnis

Indosat dan SMK Walang Jaya Perkuat Pembelajaran Berbasis Praktik Lewat Inisiatif Kios

997
×

Indosat dan SMK Walang Jaya Perkuat Pembelajaran Berbasis Praktik Lewat Inisiatif Kios

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) resmi memperkenalkan model pembelajaran berbasis praktik melalui Inisiatif Kios di SMK Walang Jaya. Program ini dirancang sebagai jembatan antara pembelajaran di kelas dan pengalaman nyata dunia kerja, sehingga siswa dapat belajar langsung mengelola bisnis serta layanan pelanggan dalam lingkungan sekolah.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Indosat dalam mendukung pendidikan vokasi dan memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk menyiapkan generasi muda yang mandiri dan siap kerja.

Melalui program ini, siswa dari berbagai jurusan—mulai dari Teknik Otomotif, Akuntansi, hingga Tata Kelola Perkantoran—berkesempatan mengelola kios ritel telekomunikasi dengan pendampingan langsung dari tim Indosat. Mereka mempraktikkan operasional harian, pencatatan transaksi, hingga melayani pelanggan secara profesional.

Lebih dari sekadar praktik bisnis, program ini juga menanamkan nilai–nilai penting seperti tanggung jawab, kerja sama, dan etika kerja sebagai bekal utama memasuki dunia industri.

“Kami percaya pendidikan vokasi merupakan kunci dalam mencetak generasi muda yang mandiri dan siap kerja,” ujar Chandra Pradyot Singh, EVP – Head of Circle Jakarta Raya (JAYA) Indosat Ooredoo Hutchison.

“Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga mengasah kemampuan manajerial dan finansial yang sangat dibutuhkan di dunia industri.”

Program Kios SMK Walang Jaya juga diakui sebagai bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) sesuai kurikulum sekolah, sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar berbasis experiential learning yang relevan dengan kebutuhan industri.

Tak hanya itu, Indosat turut menghadirkan berbagai pelatihan tematik, seperti seminar teknologi seluler, distribusi digital, hingga literasi AI untuk memperluas wawasan siswa terkait perkembangan teknologi dan transformasi bisnis.

Kepala SMK Walang Jaya, Gatot Edi Sabekti, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini.

“Kami berterima kasih kepada Indosat Ooredoo Hutchison yang telah membuka ruang bagi siswa kami untuk belajar langsung dari dunia industri. Pengalaman ini sangat berharga dalam membentuk kepercayaan diri dan kemandirian mereka menghadapi dunia kerja,” ujarnya.

Dengan lebih dari 2.800 siswa dari empat jurusan—TKRO, TBSM, AKL, dan OTKP—SMK Walang Jaya menjadi contoh nyata bagaimana sinergi pendidikan dan industri dapat mewujudkan pembelajaran yang aplikatif dan berdampak sosial. 

Program ini juga melanjutkan kolaborasi yang telah berjalan sebelumnya, seperti Hero Power Battle, Seminar Teknologi Seluler, Distribusi Digital, hingga Pelatihan Pemasaran Berbasis AI.

Ke depan, model pembelajaran kolaboratif seperti Kios @School akan terus dikembangkan sebagai best practice nasional dalam meningkatkan kesiapan kerja siswa SMK di era modern.

“Kami ingin menjadikan Kios SMK Walang Jaya sebagai ruang pembelajaran yang menghubungkan dunia pendidikan dan dunia usaha secara berkelanjutan. Indosat berkomitmen untuk terus memberdayakan masyarakat melalui konektivitas, inovasi, dan kolaborasi,” tutup Chandra.

Inisiatif ini menunjukkan bagaimana konektivitas dapat menjadi sarana pemberdayaan, membuka akses pembelajaran, dan memperluas peluang bagi generasi muda. Dengan menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan transformasi digital, Indosat terus mewujudkan visinya dalam memberdayakan Indonesia.***