BeritaCirebon

Menteri LH Tinjau TPA Kopiluhur, Harap Ada Penanganan Sampah di Hulu

923
×

Menteri LH Tinjau TPA Kopiluhur, Harap Ada Penanganan Sampah di Hulu

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisal meninjau tempat pembuangan akhir (TPA) Kopiluhur Kota Cirebon.

Menteri lingkungan hidup Hanif Faisal mengatakan, pihaknya meminta gubernur untuk melakukan pengawasan terhadap penanganan sampah di Jawa Barat.

“Termasuk dengan Kopiluhur, di Jawa Barat memang kompleksitasnya sangat tinggi, kalau di sini memang tidak serumit yang lain,” katanya, Jumat (13/6/2025).

Dirinya melanjutkan, pihaknya sudah meminta kepada Wali Kota Cirebon untuk menyusun desain perubahan open dumping menjadi sanitary landfill.

“Langkah ini perlu ditangani secara masif dengan penanganan sampah di bagian hulu, karena fasilitas penanganan sampahnya disini tidak terlalu banyak,” lanjutnya.

Ia menuturkan, pihaknya juga meminta kepada provinsi Jawa Barat untuk mencari langkah-langkah membuat TPS3R sesuai dengan jumlah penduduknya.

“Sehingga sampahnya tidak dibebankan di hilir seperti ini, kalau sampahnya dibebankan di hilir pasti biayanya cukup sangat tinggi, sehingga penanganan sampah di hulu yang harus diterapkan,” tuturnya.

Hanif mengatakan, sampah sendiri sejatinya menjadi tanggung jawab yang membuat sampah.

“Hal tersebut tercantum dalam undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan pengelolaan lingkungan hidup, setiap pencemar, perusak harus melakukan pembayaran,” katanya.

Ia mengungkapkan, di negara maju negara tidak menganggarkan untuk penanganan sampah, jadi masyarakatnya sendiri yang harus bertanggung jawab.

“Memang sampah bisa dijadikan sumber daya, tapi sebagian besar membutuhkan biaya untuk menanganinya sehingga wajib bertanggung jawab,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Yuni Darti mengatakan, memang permasalahan sampah tersebut tidak hanya terjadi di Kota Cirebon.

“Saat ini upaya yang kita lakukan sudah dilakukan, dan memang karena keterbatasan anggaran terutama TPA Kopiluhur menjadi hal yang utama,” katanya.

Pihaknya juga menginginkan TPA Kopiluhur tidak lagi menggunakan metode open dumping akan tetapi sanitary landfill.

“Cirebon itu dulunya memiliki TPA terbaik yaitu di grenjeng, dan karena itu kita akan melakukan perbaikan kembali untuk membangun TPA yang ideal,” jelasnya.

Secara existing, jumlah sampah per hari yang masuk ke TPA Kopiluhur adalah 150 sampai dengan 200 ton.

“Jumlah tersebut belum termasuk pada saat weekend yang dapat mencapai 250 ton dan itu memang cukup minim daripada Kabupaten Cirebon yang capai seribu ton,” jelasnya.

TPA Kopiluhur sendiri memiliki luas 14,2 hektar yang aktif sendiri ada 6,8 hektar dan sisanya masih bisa dibuatkan sanitary landfill.***(Sakti)