CIREBON – Relokasi pedagang kaki lima yang ada di kawasan sungai Sukalila kembali mengemuka.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon Agus Mulyadi mengatakan, sampai saat ini relokasi yang paling memungkinkan yaitu di pusat grosir Cirebon (PGC).
“Kita harus berbicara terlebih dahulu dengan Perumda Pasar apakah nanti ada subsidi satu tahun atau dua tahun dibebaskan sewanya tapi mereka bayar retribusi, kemarin sih satu tahun ya,” katanya, Senin (21/7/2025).
Dirinya melanjutkan, pihaknya bersama dengan Satpol-PP Kota Cirebon sampai saat ini masih melakukan pendataan terhadap para pedagang.
“Saat ini yang terdaftar pada akhir Mei kemarin ada pedagang figura sebanyak 42, sol sepatu 19, pangkas rambut 4, bangunan liar 36 ini yang diutara, kalau yang di selatan bangunan liar ada 36, warung kopi 1, karangan bunga 57, jadi total ada 160,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan, relokasi tersebut dilakukan untuk kepentingan umum, dan nantinya akan dijadikan ruang terbuka hijau.
“Kalau tahun ini kita optimis, karena kemarin kan fokus hari jadi Cirebon, nanti kita minta koordinasi dengan BBWS dan juga provinsi,” ungkapnya.
Agus mengungkapkan, untuk masjid sendiri tidak akan dibongkar karena memang untuk fasilitas umum bagi masyarakat.
“Kalau dilihat secara eksisting sendiri saat ini banyak ruko yang kosong di PGC, jadi itu memungkinkan,” ungkapnya.***(Sakti)











