CIREBON – Beberapa ruas jalan di Kota Cirebon yang berlubang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Cirebon.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Totong mengatakan, tahun ini sendiri memang ada anggaran Rp 700 juta, tapi terkena recofusing lebih dari 50 persen.
“Karena alokasi anggaran terkena recofusing akhirnya kita disuntik anggaran oleh perubahan sebesar Rp 300 juta tapi itu juga belum turun anggarannya,” katanya, Jumat (8/12/2023).
Di tempat yang sama, Sub Koordinator Preservasi Jalan dan Jembatan DPUTR Kota Cirebon, Slamet Riyadi Umar mengatakan, pemeliharaan jalan sendiri baru melaksanakan perbaikan 3-4 bulan dari bulan Januari 2023 sampai dengan saat ini.
“Di pertengahan tahun kita belum menerima anggaran lagi, karena ada defisit dan lain sebagainya jadi kita tidak lakukan pemeliharaan,” katanya.
Dirinya melanjutkan, pemeliharaan yang sudah dikerjakan hanya ada 40 persen, yang sudah diperbaiki di antaranya Jalan Ciremai Raya, Jalan Mangga Raya, Jalan Pramuka, Jalan Angkasa, dan Jalan Situs Kalijaga.
“Pemeliharaan tersebut dikarenakan adanya rute BRT sesuai dengan perintah Wali Kota Cirebon yang menjadi prioritas,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan, setelah anggaran Rp 300 juta tersebut turun, akan melakukan pemeliharaan pada ruas jalan Sutawinangun, dan Jalan Garuda terlebih dahulu.
“Setelah itu akan melakukan pemeliharaan di Jalan Jagasatru, itu tahun ini akan diperbaiki,” ungkapnya.
Masih kata Slamet, untuk Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo dan Jalan Majasem itu aspalnya hanya mengelupas.
“Untuk Jalan Cipto masih belum membahayakan pengendara, tapi tetap kita akan prioritaskan karena itu jalan protokol, selain itu juga kita sudah tambal di beberapa titik yang membahayakan para pengendara,” paparnya.
Dirinya menjelaskan, untuk drainase sendiri masih berjalan pemeliharaan dan ada juga beberapa peningkatan.
“Sudah dilakukan pemetaan, untuk anggaran di perubahan itu belum turun baru saja pengajuan,” tutupnya.*(Sakti)











