CIREBON – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cirebon mendukung rencana pemerintah untuk menerapkan kembali sistem tidak naik kelas.
Ketua PGRI Kota Cirebon Eka Novianto mengatakan, sistem kenaikan kelas sendiri harus mencerminkan ketercapaian kompetensi belajar.
“Kalau kita lihat sistem tidak naik kelas saya setuju, namun memang tidak naik kelas juga tidak otomatis membuat siswa lebih pintar dan disiplin, jadi memang agak kontradiktif,” katanya, Senin (12/10/2026).
Namun, sistem tidak naik kelas sendiri akan menjaga standar akademik sekolah, sehingga siswa diharapkan mampu menguasai kompetensi dasar untuk bisa melanjutkan ke jenjang selanjutnya.
“Sistem ini juga bisa mendorong semangat belajar siswa tersebut, karena ketika ada sistem tersebut siswa bisa memacu cara belajar mereka, karena kalau sistem otomatis naik kelas, siswa akan malas dan cenderung leha-leha,” tuturnya.
Sistem tersebut juga, dapat memperkuat peran orang tua dalam pembelajaran anaknya sendiri. Orang tua bisa melihat perkembangan anaknya secara langsung.
“Karena dengan sistem saat ini yang otomatis naik kelas, siswa yang memiliki kompetensi dan juga tidak memiliki kompetensi akan berada di satu tempat,” jelasnya.
Tak hanya dampak positif, sistem tidak naik kelas juga terdapat dampak negatifnya terhadap psikologis siswa.
“Secara psikologis juga harus dipikirkan secara bersama, karena kepercayaan diri siswa akan turun, nanti juga akan muncul perundungan siswa, sekolah sendiri harus ada pendampingan,” paparnya.***(Sakti)











