Cirebon

22 Rumah Warga Cirebon Direhabilitasi, Pemkot dan Baznas Perkuat Kolaborasi Atasi Rutilahu

1308
×

22 Rumah Warga Cirebon Direhabilitasi, Pemkot dan Baznas Perkuat Kolaborasi Atasi Rutilahu

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok. Setda Kota Cirebon/Dede Sofyan
Foto: Dok. Setda Kota Cirebon/Dede Sofyan

CIREBON- Pemerintah Kota Cirebon bersama Baznas Kota Cirebon kembali menunjukkan komitmen dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Sebanyak 22 rumah warga mendapatkan bantuan perbaikan dalam program tahun ini, yang secara simbolis ditandai dengan penyerahan kunci oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Selasa (10/6/2025).

Acara yang digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap penerima manfaat dan mitra program ini mencerminkan sinergi konkret antara pemerintah dan lembaga zakat. Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa upaya perbaikan Rutilahu membutuhkan kerja kolaboratif dan pendataan yang akurat dari tingkat kelurahan hingga kota.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Data yang benar, valid, dan sinkron di lapangan sangat penting agar bantuan tepat sasaran. Camat dan lurah punya peran sentral di sini,” ujar Wali Kota.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan akan hunian layak masih tinggi di Kota Cirebon, sehingga pendekatan aktif dengan berbagai sumber pendanaan—baik dari provinsi, pusat, maupun mitra seperti Baznas—harus terus dilakukan.

“Kita tak boleh pasif. Kita harus aktif menjemput peluang bantuan, memperluas jejaring agar program seperti ini bisa terus dilanjutkan dan ditingkatkan,” tambahnya.

Ketua Baznas Kota Cirebon, H Hamdan, menjelaskan bahwa dari total 22 rumah yang mendapat bantuan, 11 rumah dilakukan rehab total, sementara 11 lainnya memperoleh bantuan stimulan untuk perbaikan ringan. Ia menegaskan, program ini adalah bagian dari kontribusi Baznas dalam mempercepat upaya pengentasan kemiskinan.

“Baznas bukan hanya penyalur dana zakat, tapi juga mitra strategis pemerintah. Rumah-rumah yang diperbaiki ini adalah bukti nyata bahwa kerja sama yang terarah bisa memberi dampak langsung bagi masyarakat,” terang Hamdan.

Penyerahan kunci rumah bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, menjadi simbol harapan baru bagi keluarga penerima manfaat untuk menjalani hidup yang lebih layak dan aman. Wali Kota menutup acara dengan harapan agar kerja sama ini terus diperluas, tidak hanya dengan Baznas, tetapi juga pihak lain yang peduli terhadap isu hunian layak.

“Kalau semua bergerak bersama, saya yakin persoalan Rutilahu di Cirebon bisa kita atasi secara bertahap dan menyeluruh,” tandasnya.***