CIREBON – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Cirebon resmi dimulai.
Beberapa sekolah mengalami lonjakan pendaftar di hari pertama SPMB dibuka. Mulai dari SMP Negeri 4 Kota Cirebon sampai dengan SMP Negeri 6 Kota Cirebon alami lonjakan pendaftar.
Orang tua siswa Ida Rosida mengatakan, pihaknya datang ke sekolah karena ingin memastikan berkas yang diupload pada aplikasi benar adanya.
“Ya biar saya yakin saja, karena kalau ada kekurangan bisa cepat diperbaiki, tidak ada kendala disini,” katanya, Kamis (18/6/2026).
Ia mengungkapkan, mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 4 Kota Cirebon sendiri merupakan kemauan anak sendiri.
“Karena memang anak saya itu punya prestasi lalu juga kemauan anaknya sendiri, SMPN 4 juga terkenal sebagai sekolah yang berprestasi,” ungkapnya.
Kepala SMP Negeri 4 Kota Cirebon Ikin Sahrikin mengatakan, pihaknya menyediakan 5 operator untuk mendukung SPMB di hari pertama.
“Jadi operator ini disiapkan untuk membantu orang tua murid ketika ada yang ingin ditanyakan atau melakukan pengecekkan berkas,” katanya, Kamis (18/6/2026).
Untuk SMP Negeri 4 Kota Cirebon sendiri mendapatkan kuota 11 rombel yaitu 418 siswa, dengan per rombelnya sebanyak 38 siswa.
“Untuk jalur prestasi akademik yaitu penggabungan nilai rapor dan TKA sendiri kita ada di 41 siswa,” lanjutnya.
Ditempat lain, Kepala SMP Negeri 6 Kota Cirebon Yudi Taryadi mengatakan, pada hari pertama sudah ada 30 siswa yang mendaftar di SMP Negeri 6 Kota Cirebon.
“Untuk di SMP Negeri 6 Kota Cirebon sendiri memiliki kuota 352 siswa dari semua jalur pada tahap satu dan tahap kedua,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Ade Cahyaningsih menegaskan, SPMB Kota Cirebon semuanya melalui sistem dan online.
“Kita Dinas Pendidikan memberikan pelayanan kepada masyarakat baik di sekolah asal, maupun tujuan kalau ada pengaduan maupun kendala dari orang tua siswa. Dan kita tidak menerima pendaftaran SPMB melalui offline,” katanya.
Posko pengaduan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang sistem SPMB tahun 2026.
“Saya yakin kemampuan setiap orang tua untuk menggunakan gadget dan sebagainya itu tidak sama, dan kami perkenankan pihak sekolah membantu, tapi tetap pendaftaran lewat online,” jelasnya.
Kendala yang biasanya terjadi adalah kesalahan input, lalu juga titik koordinat yang harus diperbaiki.
“Pada SPMB kali ini terdapat lulusan SD yang masuk ke SMP sekitar lima ribu siswa, dan bisa tertampung di SMP negeri dan swasta di Kota Cirebon,” tuturnya.
Ia mengingatkan kepada masyarakat, pada tahun 2026 sendiri, data pokok pendidikan (Dapodik) masing-masing sekolah sudah terkunci.
“Dan kebijakan tersebut sudah dikaji oleh pemerintah pusat, kalau misalkan kuota sekolah sudah terpenuhi dan kalau tetap memaksa masuk maka datanya akan diluar dapodik, jadi orang tua diharapkan berhati-hati dalam memilih jalur yang akan diambil,” tutupnya.***(Sakti)











