CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon lakukan normalisasi sungai di sungai Kijing perum Gelatik Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti.
Pegawai Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUTR Kota Cirebon Atta mengatakan, normalisasi ini dilakukan untuk menghindarkan masyarakat dari banjir yang sering terjadi.
“Disini memang merupakan limpasan sungai Drajat, karena tidak ada tanggul sehingga air berimbas ke warga jadi banjir kurang lebih satu meter,” katanya, Kamis (23/7/2026).
Tak hanya normalisasi, pihaknya juga membangun tanggul dan juga melakukan pelebaran sungai seluas satu meter agar air bisa mengalir.
“Normalisasi sudah dimulai sejak kemarin, sampai dengan satu minggu kedepan insyaallah rampung, kita lakukan normalisasi sepanjang kurang lebih satu meter,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, normalisasi tersebut juga bentuk tindak lanjut aduan masyarakat RW 16 RT 01 mengenai dampak banjir.
“Kami melihat di lapangan juga memang rentan banjir, mudah-mudahan ini mengurangi banjir,” paparnya.
Selanjutnya, pihaknya akan melakukan normalisasi sungai Sijarak 2, jembatan Arya Kemuning dan juga Jalan Garuda.
Sementara itu Ketua RT 01 Heri Heriyanto mengaku sudah lama terimbas banjir akibat luapan sungai Drajat.
“Disini ada 3 RW yang dipastikan banjir yakni 16, RW 15, dan juga RW 14, kalau banjir itu sampai satu meter, akhirnya kita ketemu DPUTR dan direalisasikan sekarang,” katanya.
Pada tahun ini sendiri, masyarakat sudah kebanjiran sebanyak empat kali, dengan dampak seribu rumah.
“Banjir itu sejak tahun 2014, dan kita langganan banjir, sebenarnya itu sejak tahun 1980 tapi waktu itu ada tanggul jadi kita tidak kebanjiran, tapi kan berangsur tahun tanggul itu terkikis,” tutupnya.***(Sakti)











