BisnisBerita

OJK Cirebon Gandeng Pemda dan BPR, 529 Siswa Sekolah Rakyat Mulai Menabung Sejak Dini

868
×

OJK Cirebon Gandeng Pemda dan BPR, 529 Siswa Sekolah Rakyat Mulai Menabung Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, industri jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun budaya menabung serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 yang digelar bersama 540 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon, Kabupaten Cirebon, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan ini mengusung semangat menanamkan kebiasaan menabung dan kecakapan mengelola keuangan sejak usia dini. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Cirebon, H. Imron, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, perwakilan Pemerintah Kota Cirebon, perwakilan Pemerintah Kabupaten Majalengka, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Kepala Sekolah Rakyat, serta Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Komisariat Cirebon bersama sejumlah BPR.

Imron mengapresiasi langkah OJK Cirebon dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Hari Indonesia Menabung 2026.

Menurutnya, kebiasaan menabung bukan sekadar aktivitas menyisihkan uang, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter yang perlu ditanamkan sejak anak-anak.

“Menabung bukan sekadar menyisihkan uang. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan menentukan prioritas, dan kebiasaan merencanakan masa depan. Karena itu, budaya menabung harus kita tanamkan sejak dini sebagai bagian dari pendidikan karakter anak-anak kita,” ujar Bupati Cirebon.

Ia menilai Sekolah Rakyat memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, kemandirian, dan kecakapan hidup peserta didik, termasuk kemampuan mengelola keuangan secara bijak.

Pemerintah Kabupaten Cirebon pun menyatakan dukungannya terhadap penguatan kolaborasi bersama OJK dan industri jasa keuangan guna memperluas edukasi serta akses keuangan, khususnya bagi generasi muda.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon menyampaikan bahwa penguatan budaya menabung di kalangan pelajar merupakan bagian penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat.

Edukasi keuangan, kata dia, perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, sekolah, orang tua, industri jasa keuangan, dan berbagai pihak lainnya.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib menegaskan, Hari Indonesia Menabung harus menjadi momentum untuk membangun kebiasaan finansial yang baik sejak usia sekolah.

OJK Cirebon terus mendorong edukasi keuangan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), program inklusi keuangan bagi pelajar, serta pengembangan budaya menabung dan kepemilikan rekening sejak dini.

“Kami ingin Hari Indonesia Menabung tidak berhenti sebagai sebuah momentum tahunan. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan kebiasaan. Karena ketika menabung sudah menjadi kebiasaan sejak dini, anak-anak akan belajar mengelola keuangan, memahami kebutuhan dan keinginan, serta mulai merencanakan masa depan,” ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi 529 siswa Sekolah Rakyat dalam rangkaian Hari Indonesia Menabung 2026.

Pembukaan rekening tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi para siswa untuk mengenal layanan keuangan formal sekaligus membangun kebiasaan menabung secara konsisten.

Perbarindo Komisariat Cirebon bersama industri BPR turut mengambil peran dalam memperkuat budaya menabung dan inklusi keuangan.

BPR dan BPRS dinilai memiliki posisi strategis karena dekat dengan masyarakat, tidak hanya dalam menyediakan akses layanan keuangan, tetapi juga dalam memberikan edukasi dan membangun kebiasaan menabung.

Keterlibatan sekolah, guru, dan orang tua juga menjadi bagian penting. Keteladanan serta pendampingan di lingkungan keluarga dan sekolah diharapkan membuat kebiasaan menabung tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa.

Dalam kegiatan tersebut, OJK Cirebon juga memberikan penghargaan kepada lembaga jasa keuangan yang dinilai memiliki capaian terbaik dalam mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan edukasi keuangan bagi pelajar di wilayah Ciayumajakuning.

Untuk kategori KEJAR Termasif, penghargaan diberikan kepada Perumda BPR Majalengka untuk kategori BPR/BPRS dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KC Majalengka untuk kategori bank umum.

Kategori KEJAR Tertinggi diraih PT Perseroda BPR Kuningan dan PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk KC Kuningan.

Sementara penghargaan Financial Literacy Award (FLA)

Segmen Pelajar diberikan kepada PT Perseroda BPR Kuningan dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk KC Cirebon.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi industri jasa keuangan untuk terus memperluas implementasi KEJAR dan meningkatkan edukasi keuangan bagi pelajar.

Keterlibatan pemerintah daerah, DPRD, Bank Indonesia Cirebon, dunia pendidikan, Perbarindo, serta industri jasa keuangan dalam Hari Indonesia Menabung 2026 menjadi wujud komitmen bersama untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan di wilayah Ciayumajakuning.

OJK Cirebon memastikan sinergi tersebut akan terus diperkuat untuk menciptakan masyarakat yang semakin cerdas, inklusif, dan terlindungi dalam menggunakan produk serta layanan jasa keuangan.

“Hari Indonesia Menabung adalah momentum untuk menanamkan satu pesan sederhana kepada generasi muda: masa depan tidak hanya dipersiapkan dengan cita-cita, tetapi juga dengan kebiasaan baik yang dilakukan sejak sekarang. Salah satunya adalah menabung dan mengelola keuangan secara bijak,” tutup Kepala OJK Cirebon.***