Berita

Bukan Bali atau Jakarta, Cirebon Dipilih Jadi Tuan Rumah Grand Final PPWI 2026

821
×

Bukan Bali atau Jakarta, Cirebon Dipilih Jadi Tuan Rumah Grand Final PPWI 2026

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Kota Cirebon menjadi tuan rumah Grand Final Putera Puteri Wisata Indonesia (PPWI) 2026. Memasuki tahun kedelapan penyelenggaraan, ajang ini tak hanya menjadi wadah pemilihan duta wisata dan budaya, tetapi juga membawa misi memperkenalkan kekayaan budaya Cirebon ke tingkat nasional hingga internasional.

Grand Final PPWI 2026 digelar di Black Eagle Luxury Lounge Cirebon, Selasa (25/8/2026). Sebanyak 30 finalis dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti rangkaian karantina hingga malam grand final.

National Director Putera Puteri Wisata Indonesia, Rifaldoni, mengatakan pemilihan Cirebon sebagai lokasi penyelenggaraan PPWI 2026 dilakukan dengan pertimbangan khusus.

Menurutnya, Cirebon memiliki kekayaan budaya yang dapat merepresentasikan keberagaman budaya Indonesia. Karena itu, PPWI 2026 mengusung tema “Cultural Experience”, yang memberikan kesempatan kepada para finalis untuk mengenal sekaligus merasakan langsung budaya Cirebon.

“Putera Puteri Wisata Indonesia sudah terselenggara di tahun kedelapan. Tahun ini kami memilih Kota Cirebon karena mengangkat kebudayaan Cirebon sebagai salah satu sampel dari keberagaman kebudayaan yang ada di Indonesia,” ujar Rifaldoni.

Selama menjalani karantina di Cirebon, para finalis tidak hanya mendapatkan pembekalan dan mengikuti proses kompetisi. Mereka juga diajak mengenal sejarah serta budaya lokal melalui berbagai kegiatan.

Salah satunya dengan mengunjungi Keraton Kasepuhan. Para finalis juga mengikuti gala dinner di Bale Gamelan dan sejumlah agenda budaya lainnya.

Rifaldoni menjelaskan, penyelenggaraan PPWI sebelumnya lebih banyak berlangsung di kota-kota besar seperti Bali dan Jakarta. Tahun ini, Cirebon dipilih untuk memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperluas promosi potensi wisata dan budaya daerah.

“Cirebon ini menjadi representasi budaya yang kami angkat tahun ini. Biasanya kami mengadakan di Bali atau Jakarta, dan tahun ini kami memilih Kota Cirebon,” katanya.

Rangkaian PPWI 2026 diawali dengan proses seleksi secara daring yang diikuti sekitar 50 peserta. Setelah melewati sejumlah tahapan eliminasi, terpilih 30 finalis yang kemudian mengikuti masa karantina di Kota Cirebon.

Para finalis berasal dari berbagai provinsi, mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Mereka terbagi dalam dua kategori, yakni dewasa dan remaja.

Menurut Rifaldoni, keberagaman asal peserta menjadi bagian penting dari konsep PPWI. Selain berkompetisi, para peserta juga membawa identitas daerah masing-masing untuk saling memperkenalkan potensi wisata dan budaya Indonesia.

Pemilihan Cirebon sebagai lokasi grand final juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap promosi pariwisata daerah.

Rifaldoni menilai, pengenalan Cirebon melalui ajang berskala nasional dapat membuka perspektif baru mengenai potensi kota tersebut. Cirebon tidak hanya memiliki kuliner dan destinasi wisata, tetapi juga kekayaan budaya yang terus tumbuh dan dijaga masyarakat.

“Dengan diperkenalkannya Cirebon lagi di kancah nasional, tentu akan memperkenalkan kebudayaan Cirebon. Beberapa lokasi yang kami angkat seperti Keraton Kasepuhan dan lokasi-lokasi kebudayaan lainnya menunjukkan keindahan Cirebon bukan hanya tentang alam atau wisata kulinernya, tetapi juga bagaimana kebudayaan itu erat dan tumbuh di Kota Cirebon,” jelasnya.

Lebih dari sekadar meraih gelar, para pemenang PPWI 2026 nantinya memiliki tanggung jawab untuk ikut mempromosikan pariwisata Indonesia.

Khusus pemenang kategori puteri, mereka dipersiapkan untuk mewakili Indonesia dalam sejumlah ajang kecantikan dan pariwisata internasional, di antaranya Miss Universal Woman, Miss Heritage, dan Miss Glamour Look.

Sejumlah ajang tersebut dijadwalkan berlangsung di beberapa negara Asia, seperti Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Filipina pada 2026.

Sementara itu, setelah rangkaian karantina dan kompetisi berakhir, para finalis diharapkan tetap berperan dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di daerah masing-masing.

Rifaldoni mengatakan para pemenang akan menjalankan berbagai program kerja selama masa bakti dengan menggandeng sejumlah pihak, termasuk Kementerian Pariwisata.

Program tersebut meliputi promosi destinasi wisata daerah dan nasional, keterlibatan dalam agenda nasional, hingga kolaborasi dengan berbagai brand dan komunitas.

“Kami selama masa bakti mempunyai program kerja yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, pastinya dengan mempromosikan pariwisata daerah dan juga pariwisata nasional. Kami juga terlibat dalam beberapa agenda nasional di Indonesia serta agenda lainnya,” tuturnya.

Ia berharap Putera Puteri Wisata Indonesia dapat menjadi salah satu kekuatan dalam memperkenalkan destinasi wisata dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.

Untuk kategori Dewasa, Juara 1 Putera Puteri Wisata Indonesia 2026 diraih Putera Jawa Timur I, Arinal Firdaus, dan Puteri Banten I, Indonesia Putri.

Juara 2 diraih Putera Sumatra Barat, Arda Wiradinata. dan Puteri Jawa Timur III, **Stephanie Vibrica Kosim.

Sementara Juara 3 diraih Putera Jawa Tengah, Muhammad Adel Hilmi, dan Puteri Bangka Belitung, Amanda Aprillia.

Sedangkan untuk kategori Remaja, Juara 1 diraih Putera Lampung, Raffa Puttaya Bira, dan Puteri Jawa Tengah, Kaori Hana.

Juara 2 diraih Putera Sulawesi Tengah, Maikel Anugrah Kodea, dan Puteri Banten, Hana G. Ratna Arisandi.

Adapun Juara 3 diraih Putera DKI Jakarta, Novak Wisnu Putra, dan Puteri Lampung, Elsa Juwita Maharani.***