Berita

Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN Perkuat Mitigasi Bencana untuk Dukung Keandalan Layanan Kelistrikan

882
×

Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN Perkuat Mitigasi Bencana untuk Dukung Keandalan Layanan Kelistrikan

Sebarkan artikel ini

BEKASI – Menjelang Hari Pelanggan Nasional yang diperingati pada 4 September 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Tangguh Bencana di Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Kamis (20/8). Program yang berada di wilayah ring 1 Gardu Induk (GI) Tegalherang ini difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus penguatan sarana dan prasarana kebencanaan.

General Manager PLN UIT JBT, Amiruddin, mengatakan momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bagi PLN bahwa pelayanan kepada pelanggan harus dipersiapkan dalam berbagai kondisi, termasuk dalam menghadapi potensi bencana.

“Hari Pelanggan Nasional bukan hanya momentum untuk menyampaikan apresiasi kepada pelanggan, tetapi juga menjadi pengingat bagi PLN untuk terus memastikan keandalan layanan. Mitigasi kebencanaan merupakan salah satu bagian dari upaya tersebut. 

Dengan memperkuat kesiapan masyarakat dan lingkungan di sekitar aset, kami berupaya mengantisipasi risiko sejak dini agar operasional sistem kelistrikan tetap aman dan andal,” ujar Amiruddin.

Upaya mitigasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan operasional ketenagalistrikan terlebih karena Desa Sukamakmur berada di sekitar aliran Sungai Citarum dan Sungai Cibeet yang memiliki potensi banjir. Kondisi tersebut menjadi perhatian PLN karena GI Tegalherang pernah terdampak banjir, sehingga kesiapan masyarakat dan lingkungan di sekitar aset menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat untuk menghadapi potensi risiko bencana.

Manager PLN UPT Bekasi, Indra Kurniawan, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat di sekitar aset ketenagalistrikan merupakan bagian dari upaya PLN membangun ketahanan bersama dalam menghadapi potensi bencana.

“Kami ingin masyarakat di sekitar GI Tegalherang memiliki pengetahuan, kapasitas, dan sarana yang memadai untuk menghadapi kondisi darurat. Bagi PLN, kesiapsiagaan ini penting karena ketangguhan masyarakat dan lingkungan sekitar aset turut mendukung kesiapan operasional kami. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan layanan agar pelanggan tetap mendapatkan pelayanan kelistrikan yang optimal,” ujar Indra.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi PLN bersama pemerintah daerah, BPBD, pendamping program, dan masyarakat. Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun kesiapsiagaan berbasis komunitas sehingga masyarakat memiliki kemampuan melakukan mitigasi dan respons awal ketika terjadi bencana.

Camat Telukjambe Timur, Ade Setiawan, mengapresiasi dukungan PLN dalam meningkatkan kesiapan masyarakat di wilayahnya.

“Program ini sangat relevan dengan kondisi Desa Sukamakmur. Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana, sehingga desa menjadi lebih siap dan tangguh menghadapi berbagai kondisi,” kata Ade.

Kepala BPBD, Usep Supriatna, menilai keterlibatan masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Masyarakat merupakan garda terdepan ketika bencana terjadi. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kesiapan di tingkat desa sangat penting agar respons awal dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan masyarakat,” ujar Usep.

Sebagai pendamping program, Direktur Salam AID, Luthfi Kurnia, menekankan pentingnya membangun kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi. Menurutnya, potensi bencana di Desa Sukamakmur merupakan risiko yang perlu diantisipasi melalui peningkatan pengetahuan, kapasitas, dan kesiapan masyarakat.

“Potensi bencana di Sukamakmur memang ada, tetapi kapan bencana itu terjadi tidak ada yang tahu. Karena itu, yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan masyarakat sedini mungkin. Ketika kapasitas, pengetahuan, dan sarana sudah tersedia, masyarakat akan lebih siap menghadapi situasi darurat,” ujar Luthfi.

Bagi PLN, menjaga keandalan layanan kepada pelanggan tidak hanya dilakukan melalui pemeliharaan dan penguatan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga melalui kesiapan menghadapi berbagai risiko yang dapat memengaruhi operasional sistem. Mitigasi kebencanaan menjadi salah satu langkah preventif untuk memperkuat ketahanan di sekitar aset sekaligus meminimalkan potensi dampak bencana terhadap keberlangsungan layanan kelistrikan.***