SUKABUMI – Memaknai Hari Pelanggan Nasional 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bogor memperkuat manfaat Program PLN Peduli Jayawangi Farm di Sukabumi, Jawa Barat.
Program ini memanfaatkan teknologi smart farming berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung pengelolaan pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Teknologi tersebut membantu kelompok penerima manfaat memantau kondisi lahan serta mengatur kebutuhan air berdasarkan kondisi tanaman. Dengan informasi yang lebih mudah diperoleh, proses perawatan tanaman dapat dilakukan secara lebih tepat dan tidak hanya mengandalkan pengamatan langsung.
Program Jayawangi Farm tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi pertanian. Pengembangannya juga mencakup sektor perikanan, kebun durian, eduwisata, serta peningkatan kapasitas kelompok masyarakat agar mampu mengelola potensi lokal secara mandiri.
Manager PLN UPT Bogor, Dewi Setyaharini, mengatakan bahwa Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi PLN untuk semakin memahami kebutuhan masyarakat dan menghadirkan manfaat yang relevan.
“Bagi kami, pelayanan tidak berhenti pada penyediaan listrik yang andal. Melalui Jayawangi Farm, PLN berupaya menghadirkan solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan produktivitas dan kemandirian ekonomi,” ujar Dewi.
Ia menambahkan bahwa penerapan teknologi harus disertai penguatan kemampuan masyarakat agar manfaat program dapat berlangsung dalam jangka panjang.
“Smart farming membantu pengelola mengambil keputusan berdasarkan kondisi lahan, bukan sekadar perkiraan. Target kami bukan hanya menghadirkan perangkat, tetapi memastikan kelompok mampu mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkan teknologi tersebut secara mandiri,” tambahnya.
Manfaat program mulai dirasakan oleh para penerima manfaat. Penerima menilai penerapan smart farming telah membawa perubahan dalam pengelolaan lahan, terutama dalam memantau kondisi tanaman dan mengatur kebutuhan air.
“Sebelumnya, pengelolaan lahan dan kebutuhan air masih banyak mengandalkan pengamatan langsung sehingga membutuhkan lebih banyak waktu. Setelah teknologi smart farming diterapkan, kami dapat memantau kondisi lahan dengan lebih mudah dan menentukan kebutuhan air secara lebih tepat. Teknologi ini membuat pekerjaan lebih efisien sekaligus menambah pengetahuan kami dalam mengelola pertanian secara modern dan berkelanjutan,” katanya.
Pengembangan Jayawangi Farm dilaksanakan melalui kolaborasi PLN UPT Bogor bersama masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, instansi yang membidangi perindustrian dan perdagangan, serta Universitas Muhammadiyah Sukabumi.
Melalui kolaborasi tersebut, PLN mendorong agar penerapan teknologi berjalan beriringan dengan peningkatan keterampilan masyarakat, penguatan kelembagaan kelompok, dan pengembangan potensi ekonomi lokal.
“Pada Hari Pelanggan Nasional ini, kami ingin terus mendengarkan kebutuhan masyarakat dan menghadirkan pelayanan yang memberi dampak nyata. Bagi PLN, pelanggan bukan hanya pengguna listrik, tetapi mitra dalam membangun kehidupan yang lebih produktif dan berkelanjutan,” tutup Dewi.***











