CIREBON – Mimosa Tanfidziyah Fahima siswi kelas 9 di SMP Negeri 2 Kota Cirebon berhasil meraih juara 3 dalam cabang olahraga renang 100 meter di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat tahun 2026.
Mimosa sendiri menyukai renang sejak Taman Kanak-kanak (TK), dan cukup sering terjun dalam kejuaraan renang.
“Kemarin senang sekali dapat juara 3 di 100 kupu, lalu aku juga finisher dapet juara 1 emas, finisher lagi juara 2, dan semuanya tingkat provinsi Jawa Barat,” katanya, Rabu (9/9/2026).
Dirinya bercerita, dapat merengkuh gelar juara tersebut dengan latihan yang sangat keras dan berat. Mulai dari latihan pernafasan hingga mengorbankan jam belajarnya di sekolah.
“Latihan itu setiap hari habis magrib, sampai jam setengah 9 malam, jadi sama pelatih itu diajarkan latihan pernapasan 3:1, yaitu membuang napas dibawah air selama 3 detik, diikuti dengan menarik napas cepat melalui mulut selama 1 detik,” paparnya.
Untuk mengejar ketertinggalannya dalam hal pembelajaran sekolah, ia bertanya kepada teman-teman satu kelasnya.
“Memang sering tertinggal dalam pelajaran di kelas, biasanya sih buat mengejar itu aku nanya-nanya teman dan melihat catatan dari teman,” jelasnya.
Mimosa bercerita untuk meraih prestasinya tersebut, ia mengorbankan waktu bermain dengan teman-temannya.
“Sudah tidak ada waktu buat main sih, karena kan sekolah lalu belajar, setelah maghrib kan harus latihan renang setiap hari,” tuturnya.
Setelah meraih prestasi tersebut, dirinya mengaku ingin masuk ke SMA Negeri 1 Cirebon atau ke SMA Negeri 3 Cirebon melalui jalur prestasi.
Sementara itu, Humas SMP Negeri 2 Kota Cirebon Sofwan mengatakan, pihak sekolah selalu mengawal siswa-siswi yang berprestasi.
“Khusus siswa berprestasi, pihak sekolah akan selalu mendorong baik dari segi sarana maupun prasarana, bagaimanapun prestasinya untuk siswa juga ke jenjang berikutnya,” paparnya.
Selain Mimosa, SMP Negeri 2 Kota Cirebon juga melahirkan beberapa prestasi pada cabang olahraga karate, futsal, dan lainnya.
“Di tahun kemarin kita sempat memiliki anak berprestasi cabang olahraga sepakbola U-16 dan itu bisa masuk ke nasional, bahkan masuk seleksi timnas Indonesia di Thailand dan Singapura,” katanya.
Kendati demikian, pihak sekolah masih memikirkan regenerasi siswa-siswi yang berprestasi.
“Kita maksimalkan betul SPMB jalur prestasi dengan seleksi yang ketat untuk melakukan regenerasi, namun memang regenerasi ini yang masih jadi pekerjaan rumah buat sekolah,” tutupnya.***(Sakti)











