BeritaCirebon

Herman Khaeron Ajak Warga Ciledug Perkuat Nilai Kebangsaan

821
×

Herman Khaeron Ajak Warga Ciledug Perkuat Nilai Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Anggota Komisi VI DPR-RI dari fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan masyarakat Desa Ciledug, Senin (22/6/2026). 

Empat Pilar adalah Pancasila, UUD-1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat Pilar jadi pedoman bagi masyarakat dalam memperkuat kecintaan kepada bangsa Indonesia. 

Scroll Untuk Lanjut Baca
Scroll Untuk Lanjut Baca

.

Herman Khaeron yang mewakili Dapil 8 (kota, Kabupaten Cirebon dan Indramayu) menjelaskan isu penting terkait Empat Pilar Kebangsaan dan memberikan pembelajaran lebih mengenai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika serta NKRI,

Sosialiasi ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang berkehidupan berbangsa dan bernegara bersama masyarakat khususnya di Kabupaten Cirebon.

Kang Hero sapaan akrabnya menjelaskan nilai yang ada dalam empat pilar diantaranya gotong-royong, toleransi, kerukunan dan hidup berdampingan. Hal itu harus menjadi pondasi dalam bermasyarakat dan menjadi pedoman menjaga keuntuhan NKRI.

“Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang–undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya

“Pancasila sebagai Ideologi Negara, seperti yang kita tahu Pancasila sendiri berasal dari dua kata Sansekerta, yakni Panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau asa. Kelima prinsip tersebut juga tercantum dalam paragraf Ke-4 Pembukaan Undang–undang Dasar (UUD) 1945,” lanjutnya.

Undang–undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) adalah hukum dasar tertulis, konstitusi Pemerintahan Negara Republik Indonesia.

NKRI berasal dari singkatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdiri dari Sabang sampai Merauke. NKRI berdiri sejak proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta.

“Bhinneka Tunggal Ika merupakan motto atau semboyan Bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah berbeda–beda tetapi tetap satu,” pungkasnya.***