BeritaCirebon

Sukalila Ditata, Pemkot Cirebon Larang Warga Berjualan dengan Lapak Permanen

605
×

Sukalila Ditata, Pemkot Cirebon Larang Warga Berjualan dengan Lapak Permanen

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon terus melakukan penataan kawasan Sungai Sukalila sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat. Puluhan aparatur sipil negara (ASN) Kota Cirebon turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di kawasan tersebut, Jumat (25/9/2026).

Scroll Untuk Lanjut Baca
Scroll Untuk Lanjut Baca

Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan di tengah proses pembangunan kawasan Sungai Sukalila yang masih berlangsung. Sejumlah titik di sekitar sungai dinilai perlu mendapat perhatian agar kawasan tersebut tetap terjaga kebersihan dan keindahannya selama proses penataan berjalan.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, kegiatan kebersihan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Cirebon terhadap kawasan Sungai Sukalila.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya fokus terhadap pembangunan fisik, tetapi juga akan memperhatikan kebersihan dan pemeliharaan kawasan setelah pembangunan selesai.

“Pembangunan kawasan Sukalila terus berjalan, dan ada beberapa titik yang dirasa perlu dibersihkan. Saya berharap ketika sudah selesai dibangun, nantinya setiap hari Jumat kita akan lakukan bersih-bersih di sini. Ini wujud kepedulian kami dari Pemerintah Kota Cirebon,” kata Effendi Edo.

Effendi menjelaskan, pembangunan Sungai Sukalila diharapkan tetap berjalan sesuai dengan konsep awal yang sebelumnya dibahas Pemerintah Kota Cirebon bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.

Setelah pembangunan rampung, Pemkot Cirebon akan melakukan evaluasi untuk melihat berbagai fasilitas penunjang yang masih dibutuhkan masyarakat.

“Setelah selesai pembangunan, kita akan lihat terlebih dahulu fasilitas apa yang harus ditambah. Misalkan wifi, nanti kita tambah,” ujarnya.

Menurut Effendi, penambahan fasilitas tersebut akan dilakukan berdasarkan kebutuhan kawasan dan masyarakat sehingga keberadaan Sungai Sukalila nantinya tidak hanya menjadi kawasan yang tertata, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara nyaman.

Di sisi lain, Pemkot Cirebon menegaskan bahwa kawasan Sungai Sukalila nantinya tidak diperuntukkan bagi aktivitas perdagangan dengan bangunan atau lapak permanen.

Effendi mengimbau masyarakat untuk tidak mendirikan tempat berjualan secara permanen setelah proses pembangunan kawasan selesai. Kebijakan tersebut, kata dia, berkaitan dengan upaya menjaga estetika dan keindahan kawasan sungai.

“Karena kan bisa merusak estetika dan keindahan Sungai Sukalila. Kita juga akan tempatkan Linmas di sini yang akan berjaga agar tidak ada yang berjualan lagi di sini,” jelasnya.

Pemkot Cirebon juga telah membentuk Satgas Peduli Sungai yang akan ikut melakukan pengawasan terhadap kawasan tersebut. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kawasan Sungai Sukalila tetap tertib dan terawat.

“Kita juga sudah membuat Satgas Peduli Sungai di sini. Intinya kita evaluasi terus,” imbuh Effendi.

Selain penataan lingkungan dan pengawasan aktivitas perdagangan, Pemerintah Kota Cirebon juga berencana menyediakan kantong parkir di sekitar kawasan Sungai Sukalila.

Namun, penentuan lokasi parkir masih akan dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan, serta kondisi lalu lintas di sekitar kawasan.

Effendi mengatakan, Dinas Perhubungan Kota Cirebon nantinya akan menentukan lokasi yang dinilai paling strategis untuk dijadikan kantong parkir.

“Nanti akan disediakan oleh teman-teman Dishub, di mana tempat yang paling strategis dan aman. Tapi setelah pekerjaan ini selesai,” tuturnya.

Dengan penataan tersebut, Pemkot Cirebon berharap kawasan Sungai Sukalila dapat menjadi ruang publik yang lebih bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus tetap mempertahankan fungsi serta keindahan kawasan sungai.

Pemerintah Kota Cirebon juga akan terus melakukan evaluasi setelah pembangunan selesai, termasuk terkait kebersihan, fasilitas pendukung, aktivitas masyarakat, hingga pengaturan parkir di kawasan Sungai Sukalila.***(Sakti)