CIREBON – Film horor berlatar sejarah karya sutradara Hanung Bramantyo, Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah, mulai menyapa penonton di sejumlah bioskop di Cirebon. Salah satunya diputar di XXI CSB Mall, Kota Cirebon.
Film berdurasi sekitar 1 jam 39 menit tersebut menghadirkan kisah mencekam yang mengambil latar Desa Lubang Buaya, Jakarta Timur, sekitar tahun 1964. Nuansa horor langsung terasa sejak awal film melalui rangkaian peristiwa misterius yang menimpa sejumlah warga dan tokoh penting di desa tersebut.
Cerita dibuka dengan adegan pernikahan Letnan Soegeng yang diperankan Baskara Mahendra dengan Arum Wangi, diperankan Carissa Perruset. Namun, suasana bahagia itu kemudian berubah menjadi teror setelah sejumlah birokrat, aparat, hingga tokoh agama ditemukan tewas secara mengenaskan.
Kematian demi kematian terjadi secara misterius. Kepala desa, hansip, aparat, hingga tokoh agama menjadi korban yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Tidak hanya tewas, tubuh para korban juga memperlihatkan luka-luka bekas penyiksaan. Bahkan, terdapat sayatan yang membentuk kata-kata tertentu seperti “Tamak”, “Lamis”, dan “Maruk”, sehingga menambah misteri sekaligus ketegangan dalam alur cerita.
Teror tersebut digambarkan terus berulang setiap tanggal 30. Situasi itu membuat penonton diajak mengikuti rangkaian kejadian penuh misteri yang perlahan mengungkap berbagai persoalan di balik teror yang terjadi di Desa Lubang Buaya.
Peran Carissa Perruset dan Anya Zen Jadi Sorotan
Salah satu bagian yang menarik perhatian penonton di XXI CSB Mall Cirebon adalah penampilan Carissa Perruset sebagai Arum Wangi dan Anya Zen yang memerankan Ningsih.
Keduanya harus memainkan karakter yang mengalami peristiwa supranatural hingga mampu bertukar peran ketika terkena ilmu rasuk jiwo.
Perubahan karakter tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat penonton memberikan perhatian lebih terhadap akting keduanya. Peran yang dimainkan Carissa Perruset dan Anya Zen juga menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer horor sepanjang film.
Antusiasme penonton di Cirebon semakin terasa setelah pemutaran film. Penonton mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Carissa Perruset dan Anya Zen.
Para penggemar pun tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama kedua pemeran film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah.
Anya Zen: Horor Kolosal Masih Jarang
Anya Zen mengaku senang mendapat kesempatan terlibat dalam film garapan Hanung Bramantyo tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang telah datang dan menyaksikan film tersebut di bioskop.
“Ini bentuk penghargaan masyarakat terhadap perfilman di Indonesia, terima kasih,” ujar Anya.
Menurut Anya, dirinya merasa antusias ketika mendapat tawaran dari Hanung Bramantyo untuk bermain dalam film tersebut.
Ia menilai film horor kolosal dengan latar sejarah Indonesia masih relatif jarang ditemukan. Karena itu, keterlibatannya dalam Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah menjadi pengalaman sekaligus tantangan tersendiri.
“Ini jadi tantangan bagi saya karena selama ini horor kolosal apalagi masih ada kaitan dengan sejarah bangsa Indonesia,” tegasnya.
Atas perpaduan unsur horor, drama, serta latar sejarah, Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah menawarkan pengalaman berbeda bagi penonton. Kehadiran film tersebut di bioskop Cirebon juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung kisah yang dibangun Hanung Bramantyo melalui atmosfer mencekam dan karakter-karakter dengan konflik yang kuat.***











