CIREBON — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon melakukan peninjauan pelaksanaan program inovatif Ternak Ayam Ramah Lingkungan (Tarlings) di Gravilea Farm, RW 09 Kelurahan Karyamulya.
Peninjauan ini bertujuan untuk memantau langsung efektivitas serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berbasis pemberdayaan warga.
Ketua Tim Kerja Pengurangan Sampah Bidang Pengolahan Sampah Limbah B3 DLH, Kamir menyampaikan, RW 09 Kelurahan Karyamulya dipilih menjadi titik lokus pelaksanaan program Tarlings.
Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengelolaan sampah mandiri di tingkat RW, RT, hingga Kelurahan.
“Kami datang untuk meninjau sejauh mana program Tarlings ini berjalan di lapangan. Di RW 09 Karyamulya, masyarakat tidak hanya menjalankan program ternak, tetapi juga menunjukkan kreativitas mandiri dengan mengolah limbah seperti sabut kelapa menjadi media tanam dan wadah tanaman,” ujar Kamir di sela-sela peninjauan, Selasa (6/10/2026).
Selain inovasi penanaman, fokus utama dari program Tarlings adalah penerapan konsep circular economy (ekonomi sirkular). Melalui pendekatan ini, warga diajak memilah sampah organik sejak dari rumah tangga untuk dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak ayam.
“Kami mengedepankan ekonomi sirkular. Sampah rumah tangga yang sudah dipilah dimanfaatkan langsung sebagai media pakan ternak. Kami berharap potensi di RW 09 ini terus berkembang, bahkan tidak menutup kemungkinan karya kreativitas berbasis sampah ini bisa menembus pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Program Tarlings di wilayah tersebut ditargetkan dapat berjalan secara optimal dan terealisasi penuh pada bulan November mendatang.
DLH pun mengapresiasi keaktifan warga Karyamulya yang dinilai siap menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis komunitas di Kota Cirebon.***











