CIREBON – Pasca terjadinya dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang terjadi di Kalijaga Kota Cirebon, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon bersama dengan Dinas Pendidikan Kota Cirebon memberikan pendampingan psikologis terhadap anak yang terdampak keracunan tersebut.
Kepala DP3APPKB Kota Cirebon Buntoro Tirto mengatakan, pendampingan ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi psikologis anak yang terkena dampak.
“Kita sudah lakukan koordinasi dengan disdik, selain itu kami juga ada pemberian bantuan terhadap ibu hamil, ibu menyusui, dan juga balita yang terdampak di posyandu dengan kepala perwakilan BKKBN,” katanya, Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan pemantauan di lapangan, anak-anak sudah mulai beraktifitas secara normal dan tidak ada permasalahan yang muncul.
“Meskipun begitu, kita tetap melakukan pendampingan, kalau ada yang membutuhkan kita selalu siap, selain itu juga ada permintaan tadi dari disdik untuk melakukan pendampingan juga terhadap para guru yang ada di sekolah yang terdampak,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) Ida Kurniasih mengatakan pihaknya sudah melakukan pendekatan terhadap guru dari sekolah tersebut.
“Tadi anak-anak sudah ceria sekali, kita juga selalu berkoordinasi dengan guru masing-masing sekolah terkait dengan kondisi guru dan anak,” katanya.
Terkait dengan penolakan orang tua terhadap MBG, itu merupakan hak mereka tinggal mengajukan surat saja, kalau kami selalu memantau peserta didik sesuai dengan tupoksi Dinas Pendidikan.***(Sakti)











