CIREBON – Semangat Hari Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan generasi muda, tetapi juga menggerakkan langkah nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
Di Kota Cirebon, semangat tersebut diwujudkan melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan meresmikan Koperasi Konsumen Boga Karyamulya Sejahtera.
Koperasi yang berlokasi di Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, ini diharapkan menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh bersama, memperluas pasar, serta membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Pembentukan koperasi tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli melalui program Penguatan Rentan dan Mandiri Tangguh Usaha (PERMATA) Usaha Karyamulya.
Mengusung semangat Hari Sumpah Pemuda dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia”, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam mendorong kemajuan UMKM lokal.
Peresmian koperasi tidak sekadar menjadi seremoni pembentukan kelembagaan. Kegiatan tersebut turut diramaikan dengan pameran dan penjualan langsung produk unggulan UMKM binaan, mulai dari kuliner hingga kerajinan lokal.
Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Gandi, SSTP., M.Si., mengapresiasi kolaborasi PLN dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Koperasi Boga Karyamulya Sejahtera menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi UMKM lokal agar mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Pemerintah Kota Cirebon sangat mendukung penuh kehadiran Koperasi Boga Karyamulya Sejahtera. Ini menjadi langkah konkret berbasis kemitraan dalam menaikkan kelas produk UMKM lokal serta membuka akses pasar yang jauh lebih luas,” ujar Gandi.
Dukungan serupa disampaikan Camat Kesambi, Eko Budiyanto, S.E., M.M. Ia menilai pembentukan koperasi menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi, khususnya bagi warga Kelurahan Karyamulya.
Eko berharap koperasi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para anggotanya, termasuk dalam menjaga kualitas produk dan mengembangkan usaha.
“Pembentukan koperasi ini adalah momentum penting bagi kemandirian ekonomi warga Kecamatan Kesambi, khususnya di Karyamulya. Kami berharap masyarakat bisa konsisten menjaga kualitas produk dan memanfaatkan wadah koperasi ini dengan maksimal,” tuturnya.
Manager PLN UPT Cirebon, Andi Setiawan, menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong pemerataan ekonomi serta meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok rentan dan pelaku usaha kecil.
Melalui program PERMATA Usaha Karyamulya, PLN berupaya menghadirkan pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan usaha, tetapi juga membangun kelembagaan ekonomi yang kuat.
Menurut Andi, koperasi diharapkan menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha secara kolektif, dengan demikian, berbagai kebutuhan usaha, mulai dari pengelolaan logistik, permodalan hingga pemasaran, dapat dilakukan secara lebih terorganisasi.
“Program PERMATA ini sengaja dirancang agar para pelaku usaha mikro di Karyamulya tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan adanya koperasi, manajemen logistik, permodalan, hingga pemasaran produk UMKM akan terorganisasi dengan baik sehingga melahirkan usaha yang tangguh dan berkelanjutan,” jelas Andi.
Semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda yang menekankan persatuan dan gotong royong. Dalam konteks pemberdayaan ekonomi, kolaborasi menjadi modal penting agar pelaku usaha kecil mampu menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.
Keberhasilan program pemberdayaan masyarakat ini juga didukung sinergi multipihak, termasuk Human Initiative BanJabarSumbangSel yang turut mendampingi implementasi program.
Kepala Regional Human Initiative BanJabarSumbangSel, Nofri Satriawati menyampaikan, pembentukan Koperasi Boga Karyamulya Sejahtera merupakan langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, koperasi memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus meningkatkan kemampuan para pelaku usaha agar dapat berkembang secara mandiri.
“Sebagai organisasi kemanusiaan yang berfokus pada pembangunan kemandirian, kami memandang kehadiran Koperasi Boga Karyamulya Sejahtera sebagai wujud nyata dari pilar pemberdayaan ekonomi berkelanjutan,” ungkap Nofri.
Ia menambahkan, Human Initiative berkomitmen untuk terus mengawal penguatan kelembagaan koperasi dan meningkatkan kapabilitas para anggotanya.
Melalui kolaborasi inklusif tersebut, kelompok usaha yang sebelumnya menghadapi berbagai keterbatasan diharapkan mampu bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang mandiri, tangguh, dan adaptif terhadap dinamika pasar.
Peresmian Koperasi Konsumen Boga Karyamulya Sejahtera ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Camat Kesambi, disaksikan para tamu undangan dan perwakilan instansi terkait.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stan pameran UMKM. Para pejabat dan perwakilan instansi berinteraksi langsung dengan pelaku usaha, melihat kualitas produk, hingga membeli berbagai komoditas unggulan yang dipamerkan.
Partisipasi tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan usaha masyarakat Karyamulya.
Momentum Hari Sumpah Pemuda pun menjadi pengingat bahwa semangat persatuan dan gotong royong dapat diwujudkan melalui aksi konkret. Salah satunya dengan memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang, memperkuat daya saing, dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Melalui hadirnya Koperasi Boga Karyamulya Sejahtera, PLN UIT JBT bersama pemerintah daerah dan mitra pemberdayaan berharap UMKM di Kota Cirebon semakin berdaya, mampu naik kelas, serta menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.***











