CIREBON – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon akan memasang alat Flood Early Warning System (FEWS) di sungai Kedung Menjangan, Kelurahan Argasunya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo mengatakan, pemasangan alat tersebut bertujuan untuk mendeteksi dan memberi peringatan potensi terjadinya banjir.
“Alat ini dirancang untuk mendeteksi, memantau, dan memberikan peringatan dini mengenai potensi banjir,” katanya melalui keterangan resmi, Rabu (28/2/2024).
Dirinya melanjutkan, pemasangan FEWS perlu dilakukan mengingat sejumlah daerah di Kota Cirebon rawan banjir kiriman akibat air dari hulu dan curah hujan tinggi.
“Selalu terdapat kiriman air dari Kabupaten Cirebon hingga Kuningan yang kemudian masuk ke pemukiman warga yang jaraknya dekat dengan sungai, jadi banjir yang terjadi di Kota Cirebon bukan hanya dari hujan saja,” lanjutnya.
Ia menuturkan, FEWS ini bekerja dengan cara memberikan sinyal saat ketinggian air sungai Kedung Menjangan melampaui batas minimal.
“Setelah itu kita yang menyampaikan informasi akan potensi banjir melalui sosial media, sms blast, dan grup WhatsApp,” tuturnya.
Andi memperkirakan, terdapat waktu sekitar 1 jam air dari Sungai Kedung Menjangan menuju daerah rawan banjir di Kota Cirebon.
“Waktu yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk berkemas dan bersiap untuk mengungsi, sehingga jika bencana banjir terjadi, masyarakat sudah mampu mengantisipasi,” tutur Andi.
Selain itu, FEWS juga akan memberikan sinyal kepada personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) di kelurahan untuk mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan saat terjadi banjir, termasuk mempersiapkan lokasi pengungsian.
“Bukan hanya Tagana, kami juga akan ikut terjun langsung membantu masyarakat ke tempat pengungsian yang lebih aman dan layak,” ujarnya.
Andi menargetkan FEWS terpasang secepatnya. Agar tidak ada korban jiwa akibat bencana banjir di Kota Cirebon.*(Sakti)











