Scroll untuk baca artikel
Dialog Pemilu

Cak Imin Ingatkan Pesan Pendiri NU Soal Petani saat Debat Keempat Cawapres

206
×

Cak Imin Ingatkan Pesan Pendiri NU Soal Petani saat Debat Keempat Cawapres

Sebarkan artikel ini
Pasangan calon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar melambaikan tangan saat menghadiri Paku Integritas di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (17/1/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wpa)

JAKARTA – Muhaimin Iskandar mengingatkan pesan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari tentang petani sebagai penolong negeri saat debat keempat cawapres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024).

“Petani adalah penolong negeri, akan tetapi hari ini kita menyaksikan negara dan pemerintah abai terhadap nasib petani dan nelayan,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin, seperti dikutip dari ANTARA.

Cawapres nomor urut 1 itu menjelaskan pengabaian terhadap nasib petani itu terbukti dalam sensus pertanian yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), di mana dalam 10 tahun terakhir tercatat jumlah petani gurem atau yang mempunyai lahan kurang dari setengah hektar mencapai angka 16 juta rumah tangga.

“Sementara ada seseorang yang memiliki tanah hampir 500 ribu hektar, sebagai kekuasaan yang diberikan negara kepadanya,” tambahnya.

Pasangan calon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) mengusung visi, misi, dan program kerja dengan tema besar Indonesia Adil Makmur untuk Semua. Misi AMIN dituangkan dalam delapan jalan perubahan.

Pada misi pertama, AMIN ingin memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan biaya hidup murah melalui kemandirian pangan, ketahanan energi, dan kedaulatan air.

Untuk mewujudkan misi itu, salah satunya dilakukan melalui kemandirian pangan dengan memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pupuk, bibit, pestisida, pakan ternak, dan obat-obatan pertanian.

Selain itu, AMIN juga mendorong agenda untuk memberikan bantuan alat dan mesin pertanian dengan teknologi terkini menggunakan pengering, membangun fasilitas gudang untuk menurunkan tingkat kehilangan, tingkat penyusutan dan kualitas panen, serta mengatur suplai untuk menjaga stabilitas harga.

Tema debat keempat meliputi energi, sumber daya alam (SDA), pangan, pajak karbon, lingkungan hidup, agraria, dan masyarakat adat.*

TiketFest