BeritaCirebon

Dinamika Pemkot Cirebon, PKB Dorong Dialog dan Tabayyun

641
×

Dinamika Pemkot Cirebon, PKB Dorong Dialog dan Tabayyun

Sebarkan artikel ini

CIREBON — Dinamika yang muncul di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon pasca rotasi dan mutasi pejabat mendapat perhatian serius dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Cirebon.

Ketua DPC PKB, Syaifurrohman atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengajak seluruh pimpinan daerah untuk mengedepankan semangat kekeluargaan dan tabayyun (klarifikasi) demi menjaga kondusivitas pemerintahan.

Dalam keterangannya, Gus Ipul menilai situasi yang berkembang saat ini merupakan ujian komunikasi yang harus disikapi secara bijak. 

Ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagai satu kesatuan kepemimpinan.

“Pemerintahan itu ibarat sebuah bangunan. Wali Kota dan Wakil Wali Kota adalah fondasi utamanya. Jika ada gesekan, jalan terbaik adalah duduk bersama, bertabayyun, dan bicara dari hati ke hati,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

PKB sendiri menyoroti pentingnya kembali pada komitmen awal kepemimpinan daerah, terutama dalam hal komunikasi dan pelibatan dalam pengambilan kebijakan.

Hal ini mencuat setelah adanya pernyataan Wakil Wali Kota yang mengaku tidak dilibatkan dalam sejumlah keputusan strategis, termasuk terkait rotasi dan mutasi pejabat.

Sekretaris DPC PKB Kota Cirebon, Ibas, menegaskan bahwa konsep kepemimpinan daerah sejatinya dibangun atas dasar kebersamaan dengan pembagian peran yang jelas antara kepala daerah (E1) dan wakil kepala daerah (E2).

“Komitmen awal adalah bekerja bersama-sama sesuai porsi masing-masing. Kalau kemudian ada pihak yang merasa tidak diajak diskusi atau tidak diberi informasi, itu tentu jauh dari semangat kebersamaan yang sejak awal dibangun,” tegasnya.

Gus Ipul pun berharap persoalan ini tidak berlarut-larut dan segera diselesaikan melalui dialog terbuka di satu meja. Menurutnya, komunikasi yang baik antar pimpinan akan berdampak langsung pada stabilitas pemerintahan dan kenyamanan aparatur sipil negara (ASN) yang baru saja dilantik.

Ia juga mengingatkan agar energi kepemimpinan difokuskan kembali pada pelayanan masyarakat. 

“Rakyat membutuhkan ketenangan dan kepastian. Pemimpin harus hadir dengan keteduhan, bukan memperpanjang polemik,” katanya.

Sebagai partai pengusung, PKB menyatakan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya suasana yang harmonis di tubuh pemerintahan Kota Cirebon. Gus Ipul optimistis, dengan semangat musyawarah dan saling menghormati, perbedaan yang ada dapat disatukan demi kemajuan daerah.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika kita mengedepankan kasih sayang dan komunikasi yang baik. Semoga semangat islah segera hadir untuk membawa keberkahan bagi Kota Cirebon,” pungkasnya.

Gus Ipul juga mengimbau agar situasi ini tidak berlarut-larut dan tidak berdampak pada kinerja aparatur sipil negara (ASN), terutama pasca pelantikan pejabat baru. Ia berharap seluruh energi kepemimpinan dapat kembali difokuskan pada pelayanan publik dan pembangunan daerah.

“Kita semua ingin Cirebon tetap kondusif. Rakyat akan merasa tenang jika melihat pemimpinnya harmonis dan berjalan beriringan,” tambahnya.

DPC PKB Kota Cirebon pun menyatakan siap mendukung terciptanya suasana yang damai dan harmonis di lingkungan pemerintahan. Harapannya, semangat islah dan musyawarah mufakat dapat menjadi solusi dalam menyelesaikan setiap perbedaan.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika kita mengedepankan saling menghormati dan komunikasi yang baik. Semoga ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan demi kemajuan Kota Cirebon,” pungkas Gus Ipul.

Senada, Sekretaris DPC PKB Kota Cirebon, Ibas, mengingatkan pentingnya pembagian peran yang proporsional antara kepala daerah (E1) dan wakil kepala daerah (E2). 

Ia menilai, komunikasi yang tidak berjalan optimal berpotensi mengikis semangat kebersamaan dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Komitmen awal adalah bekerja bersama-sama sesuai porsi masing-masing. Jika ada pihak yang merasa tidak dilibatkan, maka itu sudah menjauh dari semangat kebersamaan yang sejak awal dibangun,” tegasnya.***