Scroll untuk baca artikel
Cirebon

DKPPP Kota Cirebon Optimistis Raup Rp 1,1 Miliar pada Sektor Retribusi Kapal

184
×

DKPPP Kota Cirebon Optimistis Raup Rp 1,1 Miliar pada Sektor Retribusi Kapal

Sebarkan artikel ini
SPBN yang berada di Kejawanan Cirebon, Selasa (21/11/2023). Foto: Dialog/Sakti

CIREBON – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon menargetkan retribusi kapal TPI Rp 1,1 miliar pada tahun 2024.

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan DKPPP Kota Cirebon, Yudi Lukman Hakim mengatakan, pada tahun 2023 lalu, retribusi kapal TPI Cirebon mencapai Rp 1,1 miliar.

“Target TPI sih tetap seperti tahun 2023 di Rp 1,1 miliar, apalagi ini kan ada peraturan daerah baru, mudah-mudahan nanti realisasinya lebih baik,” katanya, Selasa (9/1/2024).

Dirinya mengaku, untuk tahun 2023 banyak kendala dikarenakan adanya kesalahpahaman dengan pemilik kapal namun itu sudah teratasi.

“Tahun 2023 sendiri itu sampai detik-detik terakhir tanggal 28 Desember 2023 jam 12 alhamdulilah terpenuhi dan mencapai target,” lanjutnya.

Ia menuturkan, untuk tahun 2024 sendiri akan jauh lebih ringan dikarenakan permasalahan yang ada pada 2023 sendiri sudah teratasi.

“Sekarang juga sudah clear, kita juga akan mengadakan ngobrol bareng dengan teman-teman wajib retribusinya, sekarang kan polanya agak berbeda,” tuturnya.

Yudi mengungkapkan, saat ini masih menunggu Peraturan Wali Kota Cirebon terkait dengan retribusi bongkar muat kapal tersebut.

“Kalau sekarang kan perwalnya juga belum ada jadi kita belum bisa memetakan, setelah ada Perwal baru kita bikin tagihan dan kita lakukan pemetaan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Ia optimistis target Rp 1,1 miliar tercapai, dikarenakan saat ini TPI memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

“Tahun kemarin kan di Kejawanan belum memiliki SPBN yang ada BBM bersubsidinya, baru muncul 2 bulan terakhir, mudah-mudahan jadi magnet buat kapal-kapal untuk datang ke Kota Cirebon,” jelasnya.

Dirinya memaparkan, pada SPBN tersebut pihaknya menyediakan sebanyak 4000 Kiloliter pertahunnya.

“Kita sediakan 4000 KL, dan masing-masing kapal itu dapat jatah 15 ribu liter satu kali jalan tidak boleh melebihi jatah tersebut,” paparnya.

Yudi mengungkapkan, pada tahun 2023 jumlah kapal yang masuk ke Kejawanan mencapai 440 kapal.

“Untuk jumlah produksinya sepanjang tahun 2023 ada 4.997.865 Kg ikan, dan paling banyak kapal masuk tersebut pada bulan Desember sebanyak 79 kapal,” tutupnya.*(Sakti)

TiketFest