CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon mulai membenahi infrastruktur drainase di sejumlah titik untuk mengantisipasi genangan air saat musim hujan yang diperkirakan tiba pada November 2026. Salah satu upaya yang dilakukan yakni membangun drainase baru di Jalan Tentara Pelajar sepanjang 120 meter.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, pembangunan drainase tersebut menjadi langkah penting untuk memperlancar aliran air menuju Sungai Si Gujeg. Selama ini, kawasan Jalan Tentara Pelajar belum memiliki saluran drainase yang memadai.
“Karena selama ini di Jalan Tentara Pelajar sendiri tidak ada drainase, jadi kita buat drainase agar air masuk ke Sungai Si Gujeg,” kata Effendi Edo, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, pembangunan saluran drainase ini diharapkan dapat membantu mengurangi potensi genangan ketika intensitas hujan meningkat. Meski demikian, upaya tersebut merupakan bagian dari penanganan bertahap karena persoalan banjir di Kota Cirebon tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu pekerjaan infrastruktur.
Selain membangun drainase, Pemkot Cirebon juga menyiapkan revitalisasi Sungai Si Gujeg. Pemerintah telah berkoordinasi dengan ketua RW setempat untuk mengajak warga terlibat dalam kegiatan pembersihan sungai.
Edo berharap revitalisasi dapat dilakukan sebelum musim hujan tiba. Namun, jika pekerjaan belum selesai saat musim penghujan berlangsung, pembersihan sungai tetap akan dilanjutkan.
“Saya sih berharap sebelum musim penghujan tiba revitalisasi Sungai Si Gujeg ini, tapi kalaupun sudah masuk musim penghujan ya lakukan saja, karena pembersihan sendiri kan tidak terhalang oleh cuaca,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan revitalisasi Sungai Si Gujeg, Pemkot Cirebon akan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, terutama untuk mendukung kebutuhan alat berat.
Edo menjelaskan, pemerintah kota belum memiliki alat berat sendiri yang dapat digunakan untuk pekerjaan tersebut. Karena itu, koordinasi dilakukan dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung untuk meminjam alat berat berukuran lebih kecil yang sesuai dengan kebutuhan di lokasi.
“Kalau beko sendiri kita memang tidak punya ya, jadi solusinya kita kerja sama dengan BBWS, dan kita sudah berkoordinasi untuk meminjam beko yang lebih kecil, karena beko amfibi yang besarnya itu sedang dipakai di Sungai Cipadu,” ungkapnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembersihan dan revitalisasi sungai sehingga aliran air menjadi lebih lancar, khususnya menjelang peningkatan curah hujan.
Selain di Jalan Tentara Pelajar dan Sungai Si Gujeg, Wali Kota Cirebon juga meninjau progres perbaikan drainase di Jalan Pancuran, Kota Cirebon.
Edo menyebut pekerjaan perbaikan drainase di kawasan tersebut mulai menunjukkan perkembangan. Pekerjaan itu dilakukan oleh pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Ia berharap pembenahan saluran drainase di sejumlah titik dapat membantu mengurangi genangan yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat saat hujan turun.
“Kita lihat juga sudah ada progres perbaikan drainase di Jalan Pancuran, lancar lah mudah-mudahan. Kalau banjir kita memang tidak bisa mengentaskan, tapi untuk mengurangi genangan insyaallah berjalan, ini sedang dikerjakan oleh teman-teman KAI,” tuturnya.
Pemkot Cirebon terus mendorong pembenahan saluran air dan revitalisasi sungai sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Melalui pembangunan drainase, pembersihan sungai, serta kerja sama dengan berbagai pihak, pemerintah berharap aliran air di sejumlah kawasan dapat lebih lancar dan risiko genangan bisa ditekan.*** (Sakti)











