CIREBON – Musisi asal Cirebon, Aris Munandar, yang dikenal dengan nama panggung Aris Amund, resmi meramaikan industri musik Tanah Air. Pengusaha properti tersebut meluncurkan single debut berjudul “Salah Menilai”, yang kini telah tersedia di sejumlah platform musik digital.
Lagu “Salah Menilai” lahir dari kisah nyata yang dialami sahabat Aris. Mengangkat cerita tentang hubungan yang berakhir akibat kesalahpahaman dan penilaian sepihak, lagu tersebut menjadi refleksi tentang bagaimana sebuah hubungan bisa kandas hanya karena salah menafsirkan keadaan.
Bagi Aris, lagu ini bukan sekadar bercerita tentang perpisahan. Ada pesan yang ingin disampaikan kepada pendengar agar tidak larut dalam kekecewaan ketika menghadapi hubungan yang berakhir.
“Harapannya supaya jangan sampai nanti ada orang-orang yang salah menilai terus jadi berpisah gara-gara salah tafsir,” ujar Aris Amund saat rilis di Ulon Signature, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, ketika seseorang berada dalam posisi sebagai korban dari sebuah kesalahpahaman, pilihan terbaik adalah tidak terus-menerus terjebak dalam situasi tersebut.
“Ketika memang ‘salah menilai’ ini ternyata kita jadi korban, ya sudah kita move on saja. Kita cari yang baru biar tidak terbawa suasana,” katanya.
Single perdana Aris Amund menjadi semakin istimewa karena melibatkan Irwan, gitaris grup musik legendaris Jamrud, dalam proses produksinya.
Kolaborasi tersebut bukan pertemuan pertama keduanya. Aris dan Irwan diketahui pernah berada dalam satu band ketika masih sama-sama menempuh pendidikan di Bandung. Setelah bertahun-tahun, keduanya kembali dipertemukan melalui proyek musik yang kemudian melahirkan “Salah Menilai”.
Meski memiliki latar belakang musik yang berbeda, proses kreatif keduanya justru menghasilkan warna tersendiri. Irwan yang kuat dengan karakter musik rock harus berkompromi dengan selera Aris yang lebih dekat dengan nuansa Britpop.
“Karena Irwan Jamrud itu kan dasarnya rock, sedangkan saya lebih ke Britpop. Jadi kita sama-sama menurunkan ego supaya musik ini punya warna tersendiri dan menyatukan itu hingga ketemu satu warna baru,” ungkap Aris.
Perbedaan karakter musikal tersebut menjadi tantangan sekaligus kekuatan dalam proses penggarapan “Salah Menilai”. Aris berharap perpaduan karakter tersebut bisa memberikan pengalaman berbeda bagi pendengar.
Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha properti di wilayah Cirebon, Aris ternyata telah memiliki ketertarikan terhadap dunia musik sejak usia remaja.
Hobi menyanyi yang ditekuni sejak duduk di bangku SMP menjadi modal awal bagi Aris untuk akhirnya berani membawa kecintaannya terhadap musik ke tingkat yang lebih serius.
Kini, melalui nama Aris Amund, ia mencoba memperluas langkahnya di industri musik nasional.
Single “Salah Menilai” juga menyasar pendengar dari kalangan milenial hingga Generasi Z.
Aris berharap lagu tersebut dapat diterima oleh penikmat musik dari berbagai kalangan, terutama mereka yang pernah mengalami persoalan serupa dalam hubungan.
Tak berhenti pada single perdana, Aris mulai menyiapkan sejumlah karya lanjutan. Jika respons terhadap “Salah Menilai” cukup positif, ia berencana melanjutkan perjalanan musiknya melalui proyek extended play (EP) hingga album.
Saat ini, “Salah Menilai” sudah dapat didengarkan melalui platform musik digital, termasuk Spotify.
Aris juga dijadwalkan tampil di sejumlah panggung musik di Jakarta pada bulan depan.
Penampilan tersebut menjadi langkah berikutnya bagi musisi Cirebon itu untuk memperkenalkan karya sekaligus membangun lebih dekat dengan para pendengarnya.***











