CIREBON – Kepala Disbudpar Kota Cirebon Drs Agus Sukmanjaya Ssos mengatakan pihaknya tengah menyiapkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA).
Hal itu dilakukan agar pembangunan sektor wisata daerah lebih terarah setiap tahunnya dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon.
Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah konsep kawasan wisata di tahun 2025. Di antaranya Kawasan wisata bahari, Kawasan wisata Kota Lama, Kawasan wisata religi, Kampung Arab, Kampung Pecinan, Kawasan Sport Tourism Bima, Kawasan wisata Sunyaragi, Kawasan urban, hingga Kawasan budaya kreatif.
“Tentunya rencana ini harus terintegrasi dengan perencanaan SKPD lain. Karena RIPPARDA ini proyeksinya bukan lima tahunan tapi sampai 2045,” ujarnya.
Sementara itu, Komisi III DPRD Kota Cirebon mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon berinovasi dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan.
Ketua Komisi III Yusuf MPd menyampaikan, masih banyak sektor pariwisata di Kota Cirebon yang belum maksimal untuk meningkatkan pengunjung.
“Kami berharap Disbudpar bisa hadir untuk mengembangkan pariwisata di Kota Cirebon secara maksimal. Karena banyak sekali aset sumber daya yang masih harus dieksplor,” kata Yusuf.
Ia menyebut, beberapa potensi wisata daerah punya daya tarik khas untuk menarik wisatawan datang ke Kota Cirebon, seperti wisata religi, sejarah, bahari, Kampung Arab, hingga kawasan Pecinan.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan juga akan berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Cirebon.
Kendati demikian, Komisi III meminta Disbudpar segera merampungkan Detail Engineering Design (DED) untuk program kerja yang memerlukan infrastruktur agar segera direalisasikan pembangunannya.
“Mudah-mudahan rencana kerja Disbudpar untuk tahun 2025, selain dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan juga mampu meningkatkan PAD Kota Cirebon,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon Laurentia Mellynda menilai perlu ada partisipasi masyarakat lokal dalam peningkatan wisatawan ke Kota Cirebon.
Sebab, pengetahuan akan wisata daerah lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal. Tak hanya itu, pemerintah juga dapat melibatkan komunitas hingga influencer lokal dalam mempromosikan wisata di Kota Cirebon.
“Salah satu lokasi yang cukup strategis yakni di kawasan Bima, di sini bisa digelar berbagai event besar, salah satunya Music Festival dengan menggaet musisi-musisi lokal,” katanya.***











