BeritaCirebon

Harga Melonjak Tinggi, Pedagang Plastik Cirebon Bertahan di Tengah Keluhan Pembeli

873
×

Harga Melonjak Tinggi, Pedagang Plastik Cirebon Bertahan di Tengah Keluhan Pembeli

Sebarkan artikel ini

CIREBON — Raut wajah termenung kini menghiasi para pedagang plastik kemasan di Kota Cirebon. Kenaikan harga yang tiba-tiba dan ekstrem membuat mereka tak hanya kebingungan, tetapi juga tertekan menghadapi keluhan pembeli.

Lonjakan harga plastik disebut-sebut dipicu oleh dampak konflik internasional, yang berimbas pada tersendatnya pasokan bahan baku. Akibatnya, harga di tingkat pedagang melonjak tajam dalam waktu singkat.

Pemilik toko plastik, Bujang, mengaku kenaikan mulai terasa sejak akhir Ramadan. Bahkan, dalam hitungan hari, harga beberapa jenis plastik melonjak hampir dua kali lipat.

“Plastik PE yang biasa buat es, sebelumnya Rp25.500 sekarang sudah Rp48 ribu, hampir Rp50 ribu,” ujarnya, Kamis (2/4/2026), dengan nada heran.

Tak hanya plastik jenis tersebut, kenaikan juga terjadi pada plastik murni hingga plastik daur ulang yang biasa digunakan sebagai kantong belanja. Meski kenaikan pada plastik daur ulang tidak setinggi lainnya, tren naik tetap terasa signifikan.

“Yang kualitas bagus naiknya sampai 100 persen. Semua terasa sejak ada perang, bahan baku jadi sulit,” katanya.

Kondisi ini membuat para pedagang berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, mereka harus tetap menjual untuk bertahan, namun di sisi lain harus menghadapi turunnya daya beli masyarakat.

“Pembeli turun drastis. Bahkan saya sering dimaki karena harga mahal. Padahal kami juga terpaksa, harga dari sana sudah naik hampir tiap hari,” ungkap Bujang.

Ia menambahkan, kelangkaan stok semakin memperparah situasi. Banyak barang yang dijual saat ini bahkan merupakan sisa stok lama dari pabrik.

Tak hanya plastik, kenaikan juga merembet ke produk lain seperti kertas nasi. Harga bahan pembungkus makanan itu ikut terdongkrak karena bahan dasarnya juga terdampak.

“Kertas nasi sekarang naik juga, dari Rp27 ribu jadi Rp34 ribu per pak. Modal saja sudah tinggi,” tutupnya.*** (Sakti)