CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia, dan Bulog terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui peluncuran Mobil Pangan Keliling (Mol Pangling) serta penguatan layanan Waduli yang kini dapat diakses masyarakat selama 24 jam.
Peluncuran program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mempertahankan prestasi Kota Cirebon dalam pengendalian inflasi. Sebelumnya, Kota Cirebon berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan kinerja pengendalian inflasi terbaik di wilayah Jawa-Bali.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan kehadiran Mobil Pangan Keliling merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga kestabilan harga pangan di tengah masyarakat.
“Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Cirebon. Kemarin kita sudah mendapatkan penghargaan untuk pengendalian inflasi se-Jawa Bali. Hari ini tentunya menjadi upaya kami untuk menjaga dan mempertahankan apa yang sudah dilakukan di Kota Cirebon dalam mengendalikan inflasi dengan adanya Mobil Pangan Keliling,” ujarnya.
Menurut Edo, Mol Pangling akan terus bergerak menjangkau berbagai wilayah di Kota Cirebon sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Nanti Mobil Pangan Keliling ini akan terus bergerak untuk menjaga stabilitas harga di Kota Cirebon,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, menjelaskan bahwa pada kesempatan tersebut TPID meluncurkan dua program sekaligus, yakni Mol Pangling dan penguatan layanan Waduli.
Menurutnya, Waduli sebenarnya telah berjalan sebelumnya, namun kini diperkuat melalui kerja sama dengan Bulog sehingga dapat melayani masyarakat selama 24 jam penuh.
“Hari ini ada dua yang kita launching, yaitu Mobil Pangan Keliling atau Mol Pangling dan Waduli. Waduli ini sebenarnya sudah ada, tetapi sekarang kita kuatkan lagi. Melalui kerja sama dengan Bulog, Waduli kini bisa diakses masyarakat selama 24 jam,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran Waduli dan Mol Pangling menjadi wujud komitmen TPID Kota Cirebon dalam menjaga ketersediaan pasokan serta kestabilan harga bahan pokok. Selain menjamin pasokan pangan tetap aman, Waduli juga diharapkan menjadi acuan harga bagi masyarakat karena menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
“Waduli ini nantinya menjadi harga acuan karena harga-harganya lebih murah dibandingkan harga yang ada di pasar,” katanya.
Melalui hadirnya kedua program tersebut, Pemerintah Kota Cirebon optimistis stabilitas harga pangan dapat terus terjaga, sekaligus memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi berkelanjutan TPID dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan laju inflasi di Kota Cirebon.***











