BisnisCirebon

Gravilea Dorong Pertanian Bebas Limbah, Biaya Operasional Bisa Hemat 40 Persen

879
×

Gravilea Dorong Pertanian Bebas Limbah, Biaya Operasional Bisa Hemat 40 Persen

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Tren urban farming atau pertanian perkotaan yang semakin diminati masyarakat mendorong hadirnya berbagai inovasi ramah lingkungan. 

Menangkap peluang tersebut, Gravilea, brand lokal yang fokus menyediakan kebutuhan taman dan tanaman organik, memperkenalkan lini produk unggulan berbasis limbah sabut kelapa atau cocofiber.

Mengusung jargon “Tumbuh Bersama Alam”, Gravilea berkomitmen mendukung proses pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan, mulai dari benih hingga tanaman dewasa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui produk yang mengedepankan konsep ramah lingkungan dan biodegradable.

Gravilea menghadirkan dua produk unggulan berbahan dasar sabut kelapa olahan yang dirancang untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan tanaman.

Produk pertama adalah Gravilea Cocopeat, media tanam yang terbuat dari 100 persen sabut kelapa olahan alami.

Cocopeat memiliki kemampuan tinggi dalam menjaga kelembapan media tanam. Selain itu, bobotnya ringan dan mudah dicampur dengan berbagai media lain, seperti tanah, sekam, maupun kompos.

Untuk mendapatkan komposisi ideal, Gravilea merekomendasikan perbandingan campuran 1:1:1. Produk ini tersedia dalam kemasan 1 kilogram dan 5 kilogram.

Sementara itu, Gravilea Cocopot hadir sebagai pot tanaman organik yang dibuat dari serat sabut kelapa alami.

Karena bersifat biodegradable, Cocopot dapat terurai dan menyatu dengan tanah secara alami. Sirkulasi udara yang baik pada pot juga membantu menjaga kesehatan akar serta mencegah terjadinya root-bound atau kondisi akar yang melingkar dan terlalu padat.

Tak hanya fokus pada produk tanaman, Gravilea juga memiliki visi besar untuk mengedukasi masyarakat mengenai konsep **Zero Waste Integrated Farming** atau pertanian terintegrasi bebas limbah.

Founder Gravilea, Giri Cahya mengatakan, konsep tersebut mengintegrasikan budidaya tanaman organik dengan sektor peternakan ikan dan ayam.

“Kami melihat potensi luar biasa jika hobi atau usaha tanaman organik ini disinergikan dengan peternakan ikan dan ayam skala mandiri maupun UMKM,” ujar Giri Cahya bersama dua rekannya, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, limbah kotoran ayam yang telah melalui proses fermentasi dapat dimanfaatkan sebagai campuran pupuk organik premium pendamping Cocopeat.

Di sisi lain, air kolam ikan yang kaya unsur hara nitrogen juga dapat digunakan untuk menyiram tanaman yang ditanam menggunakan Cocopot.

“Sebaliknya, sisa sayuran atau tanaman hias yang tidak terpakai juga bisa diolah kembali menjadi suplemen pakan maggot. Nantinya, maggot dapat menjadi pakan alami berkualitas bagi ternak ayam dan ikan,” katanya.

Dengan konsep siklus berkelanjutan tersebut, Gravilea menilai biaya operasional untuk kebutuhan pakan dan pupuk berpotensi ditekan hingga 30–40 persen.

Komitmen Gravilea terhadap keberlanjutan juga terlihat dalam proses produksinya. Brand lokal ini melibatkan pekerja lokal untuk mengoperasikan mesin pengolahan sabut kelapa tradisional.

Pelibatan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap serat kelapa dapat dipilah dengan standar kualitas terbaik. Di sisi lain, langkah ini turut memberikan dampak ekonomi positif bagi komunitas perajin lokal.

Identitas Gravilea juga diperkuat melalui penggunaan warna Dark Green, Primary Green, Earth Brown, dan Gold Natural. Perpaduan warna tersebut merepresentasikan kesuburan, kekuatan alam, serta komitmen terhadap kehidupan yang berkelanjutan.

Melalui berbagai produk seperti Premium Potting Mix, pupuk organik kemasan 50 kilogram, Cocopeat, dan Cocopot, Gravilea siap menjadi mitra bagi pencinta tanaman, pembudidaya sayuran, hingga peternak modern.

Gravilea berharap inovasi tersebut dapat mendorong terciptanya ekosistem lingkungan yang lebih hijau, mandiri, dan berdaya guna, bahkan dimulai dari rumah.

“Gravilea merupakan brand lokal yang menghadirkan berbagai kebutuhan taman, tanaman, dan pertanian dengan kualitas terbaik. Gravilea berkomitmen mendukung setiap proses pertumbuhan tanaman secara alami demi kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.***